Ditinggal Istri ke Kebun, Pria di Tebo Jambi Setubuhi Anak Tiri Hingga 10 Kali

Budi Utomo ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 20:06 WIB
Ditinggal Istri ke Kebun, Pria di Tebo Jambi Setubuhi Anak Tiri Hingga 10 Kali
Ilustrasi pemerkosaan anak. (Foto: istimewa)

TEBO, iNews.id – Bejat! Kalimat itu pantas disematkan kepada Harming Jamser (4). Warga Desa Berdari Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi itu tega menyetubuhi anak tirinya saat ditinggal istri pergi ke kebun.

Tak hanya sekali, aksi bejat Harming ternyata sudah berulang-ulang hingga membuat korban yang beranjak remaja trauma.

Ironisnya, korban yang mengadukan kejadian itu ke ibunya hanya dianggap angin lalu. Ibu korban tak percaya dengan pengakuan anaknya.

Karena tidak tahan atas perlakukan ayah tirinya, korban  memberanikan diri mendatangi Polres Tebo untuk melaporkan perbuatan bejat ayah tirinya itu.

Kasatreskrim Polres Tebo, AKP M Riedho Syawaludin Taufan mengatakan, berbekal laporan korban tim Sultan Satreskrim Polres Tebo langsung bergerak dan menangkap pelaku. 

“Pelaku Harming Jamser ini ditangkap saat hendak keluar dari kebun bersama istrinya,” katanya, Jumat (26/6/2020).

Dari keterangan korban, kata dia, pelaku sudah menyetubuhi anak tirinya sebanyak 10 kali.

“Korban sudah sering disetubi ayah tirinya, pernah mengadu kepada ibunya tidak digubris. Sebaliknya ibunya tidak percaya akan laporan anaknya tersebut,” katanya.

Dari pengakuan korban, kata Riedho, pelaku menyetubuhi korban pertama kali April lalu di dalam pondok kebun. “Sejak itu, korban terus setubuhi pelaku terkadang di dalam semak-semak, kebun sawit hingga saat sedang mandi di kamar mandi,” katanya.

Menurut Riedho, aksi bejat pelaku itu dilakukan saat istrinya sedang tidak ada di rumah. “Tiap istrinya pergi ke kebun untuk bercocok tanam, pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya,” ucapnya.

Kepada penyidik, pelaku Harming Jamser mengakui sudah 10 kali menyetubuhi anak tirinya. Pelaku berdalih tidak mengancam korban saat melakukan aksi bejatnya itu.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Tebo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1),(2) juncto Pasal 76d atau Pasal 82 ayat (1) juncto 76e Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016.


Editor : Kastolani Marzuki