Ditetapkan Tersangka, Pasutri Pengelola Arisan Online di Jambi Ditahan

Adrianus Susandra, Antara ยท Sabtu, 10 Maret 2018 - 13:45:00 WIB
Ditetapkan Tersangka, Pasutri Pengelola Arisan Online di Jambi Ditahan
Pasutri asal Jambi yang telah ditetapkan tersangka kasus dugaan penipuan arisan online. (Foto: iNews/Adrianus Susandra)

JAMBI, iNews.id – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jambi menetapkan pasangan suami istri (pasutri) M Rahadi (24) dan Marisa Safitri (27), sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan serta penggelapan dengan modus arisan online. Keduanya langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan, sejak Jumat 9 Maret 2018.

Pasutri warga Perum Artha Uli, RT 26, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi itu ditetapkan sebagai tersangka setelah kepolisian memproses laporan korban Oktavia Saputri (24), warga Perum Puri Ratu Daha Indah, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Kotabaru, dengan nomor laporan LP/B-250/III/2018/SPKT II/ Resta Jambi, pada 8 Maret 2018. "Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya langsung kami tahan," kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Yudha Lesmana, Sabtu (10/3/2018).

Dari laporan korban terungkap, tersangka Marisa awalnya menawarkan arisan online dengan menjanjikan keuntungan 150 persen dari nilai investasi, dalam jangka waktu satu bulan. Korban yang tergiur kemudian mentransfer uang Rp3 juta kepada Marisa, pada 26 Januari 2018.

Kemudian pertengahan berjalannya, tersangka Marisa menawarkan lagi kepada korban agar memberikan uangnya lagi dan menjanjikan keuntungan yang lebih besar, yakni lebih kurang 220 persen. Tanpa curiga, korban kembali mentransfer uangnya Rp5,5 juta, karena bakal mendapatkan keuntungan lebih kurang Rp18,6 juta.


Sebelum waktu pencairan keuntungan tiba, Marisa kembali menawarkan kepada korban untuk menginvestasikan uangnya. Untuk yang terakhir ini, korban dua kali mentransfer uang kepada Masira, masing-masing sebesar Rp2 juta dengan janji keuntungan Rp8,5 juta dan Rp1,1 juta dengan janji keuntungan Rp2 juta.

“Namun hingga lewat waktu pencairan, korban tidak kunjung menerima keuntungan dari uang yang diinvestasikannya, sebagaimana yang dijanjikan tersangka Marisa,” ujar Yudha.

Akhirnya pada Kamis 8 Maret 2018, korban Oktavia Saputri bersama korban lainnya mendatangi kediaman Marisa dan membawa pasangan suami istri itu ke Polresta Jambi, dan kemudian dilaporkan secara resmi.

Yudha menyebutkan, dari hasil pengembangan yang mereka lakukan, diketahui ada 28 orang yang mengikuti arisan tersebut, dengan nilai uang yang ditransfer kepada tersangka bervariasi dan total kerugian yang dialami para korban lebih kurang Rp152 juta.

Sebelumnya diberitakan, puluhan korban mengarak pasutri pengelola arisan online dari rumahnya ke Polresta Jambi. Para korban menuntut keduanya mengembalikan uang mereka yang berjumlah Rp724 juta.

Namun kepada petugas, kedua tersangka membantah telah menerima uang para korban hingga sebanyak itu (Rp724 juta). Tersangka hanya membenarkan kalau  menjalankan penipuan dengan modus arisan bisa menggandakan uang. Dia menjelaskan setiap korbannya menyetorkan uang dengan menjanjikan keuntungan dua kali lipat, keuntungan itu ia dapat dari setoran korban lainnya dan uang itu terus diputar hingga akhirnya berujung pada tidak bisa mereka membayar uang para korban.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: