Dikira Tidur, Kakek 90 Tahun Asal Kolaka ternyata Tewas di Atas Becaknya

Asdar Lantoro ยท Sabtu, 26 September 2020 - 11:08 WIB
Dikira Tidur, Kakek 90 Tahun Asal Kolaka ternyata Tewas di Atas Becaknya
Tukang becak meninggal di atas becaknya di Kolaka, Sultra (Asdar Lantoro/iNews)

KOLAKA, iNews.id - Seorang kakek bernama Kardi ditemukan tewas di atas becaknya. Pria berusia 90 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak itu ditemukan tewas di Jalan W.R. Supratman, Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, Sabtu pagi (26/9/2020).

Salah seorang warga bernama Jusdin (43) mengatakan, korban merupakan warga HKSN Kelurahan Mangolo, Kecamatan Latambaga, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

"Awalnya saya tidur di tribun 19 November, sekitar jam 05.00 WITA masih sempat lihat Almarhum geser becaknya, kemudian naik tidur di atas becak," kata Jusdin saat ditemui di TKP, Sabtu (26/9/2020).

Namun, sekitar jam 06.00 WITA, saya bangun mau cuci muka, sempat juga saya bangunkan Almarhum.

"Namun, setelah mencuci muka, korban masih dalam posisi awal, jadi saya panggil orang sekitar, karena saya curiga Pak Kardi ini meninggal, lantaran beberapa kali saya kasi bangun tidak goyang-goyang," kata dia.

Tukang becak meninggal di atas becaknya di Kolaka, Sultra (Asdar Lantoro/iNews)
Tukang becak meninggal di atas becaknya di Kolaka, Sultra (Asdar Lantoro/iNews)

Warga yang mengetahui Kardi tewas akhirnya melapor ke polisi. Mendapat laporan warga, Tim Inafis Polres Kolaka langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah dievakuasi dengan protokol kesehatan ke rumah sakit.

Menurut Direktur Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka Muh. Raffi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan baik benda tajam maupun benda tumpul.

"Jadi betul tadi pagi ada laporan masuk ke rumah sakit bahwa ditemukan jenazah orang meninggal di atas becaknya, setelah dibawa ke rumah sakit tim dokter IGD telah melakukan pemeriksaan luar, dan hasilnya tidak temukan adanya tanda-tanda kekerasan, kemungkinan korban meninggal kurang lebih enam jam yang lalu," kata Raffi.

Saat disinggung terkait Covid-19, pihak rumah sakit belum bisa memastikan, tapi Kardi dikenal tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.

“Hingga saat belum kita dapat konfirmasinya terkait Covid-19, sebab, setelah pihak keluarga dimintai keterangan, korban tidak memiliki keluhan adanya penyakit yang diderita, namun, memang usia korban sudah menjadi 90 tahun," kata dia.

Saat ini, korban telah diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di peemakaman umum HKSN, Kelurahan Mangolo, Kecamatan Latambaga.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto