Dikira Boneka, Jasad Panitera Pengadilan Tinggi Kalteng Ditemukan di Sungai

Ade Sata ยท Senin, 23 Maret 2020 - 22:06 WIB
Dikira Boneka, Jasad Panitera Pengadilan Tinggi Kalteng Ditemukan di Sungai
Tim Inafis Polsek Siantar Selatan mengevakuasi korban yang gantung diri di parkiran Kantor Lurah Karo, Pematangsiantar, Sumut, Rabu (19/2/2020). (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

PALANGKARAYA, iNews.id - Panitera Pengadilan Tinggi (PT) Provinsi Kalteng, Paksi Nurlambang (53) ditemukan tewas mengapung di Sungai Kahayan. Jasa warga Jalan Panenga, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau itu ditemukan nelayan di Kota Palangkaraya, Senin (23/3/2020).

"Identitas korban kami dapatkan dari dua buah handphone yang ditemukan di kantong celana korban saat dilakukan visum. Setelah diperiksa yang bersangkutan pegawai Pengadilan Tinggi Kalteng," kata Kapolsek Pahandut Kompol Edia Sutaata.

Edia menjelaskan, berdasarkan pengakuan dua orang saksi yang menemukan jasad Paksi Nurlambang tersebut, awalnya seorang nelayan bernama Usman (45), warga Jalan Wisata I, Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut sedang mencari ikan di Sungai Kahayan dari pukul 07.00-09.00 WIB.

Ketika hendak pulang usai mencari ikan di sungai, dirinya melintas di sekitar bawah Jembatan Kahayan. Pada bagian tengah sungai, ia melihat sesuatu yang mengambang.

Pada saat itu dikira yang mengambang adalah sebuah boneka yang hanyut. Namun merasa penasaran, Usman berbalik arah dan menghampiri benda yang mengambang tadi.

"Setelah dihampiri Usman yang menjadi saksi dalam peristiwa ini, ia terkejut bahwa yang awalnya dianggap boneka mengambang ternyata merupakan mayat berjenis kelamin laki-laki," katanya lagi.

Penemuan tersebut oleh Usman dikabarkan kepada rekannya, dirinya menemukan mayat mengapung di sungai. Selanjutnya para saksi menarik pakaian mayat yang mengapung untuk dibawa ke kawasan Pos Polisi Pelabuhan Rambang.

Sedangkan salah satu rekan Usman yang ikut membantu mengevakuasi mayat tersebut, juga melaporkan kejadian tersebut ke Polairud setempat. Kemudian anggota dibantu warga setempat melakukan evakuasi terhadap jasad tersebut untuk dilakukan visum.

"Dari hasil visum dokter RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya tidak ada ditemukan bekas luka karena kekerasan," katanya pula.

Edia menambahkan, diperkirakan korban meninggal sudah lebih dari tiga hari lalu, karena mayat akan mengambang pada hari ketiga ketika tenggelam.

"Mengenai penyebab meninggalnya korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ujar Edia.


Editor : Kastolani Marzuki