Diduga Tampar Warga 3 Kali, Bupati Sumbawa Dilaporkan ke Polisi

Acep Suherlan ยท Jumat, 27 September 2019 - 14:52 WIB
Diduga Tampar Warga 3 Kali, Bupati Sumbawa Dilaporkan ke Polisi
Pelapor AR sekaligus korban dugaan penganiayaan bersama kuasa hukum saat melapor di Mapolres Sumbawa. (Foto: iNews/Acep Suherlan)

SUMBAWA, iNews.id – Bupati Sumbawa berinisial HJ dipolisikan seorang warganya atas dugaan penganiayaan. Pelapor berinisial AR mengaku ditampar oknum kepala daerah tersebut sebanyak tiga kali di salah satu konter HP wilayah Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (21/9/2019).

Pengakuan pelapor dengan didampingi kuasa hukumnya, tindakan penganiayaan tersebut berawal saat dia sedang nongkrong bersama beberapa rekannya di depan konter daerah Jalan Negara. Saat itu terdengar suara klakson mobil beberapa kali yang ditumpangi terlapor karena terhalang truk.

Melihat mobil bupati, pelapor spontan menghampiri truk yang sedang parkir dan memberitahu sopirnya agar memberi jalan. Pelapor ketika itu membuat gerakan tangan menunjuk ke arah mobil bupati yang ditengarai direspons kurang baik oleh terlapor.

Terlapor diduga keberatan dengan pelapor yang menunjuk ke arah mobilnya. Saat keduanya bertemu di depan konter, terlapor langsung marah dan melakukan penganiayaan.

“Seingat saya tiga kali ditampar, tapi saya sempat tangkis. Dia marah-marah sambil memukul, saya tak bisa berkata-kata dan hanya diam,” ujar pelapor berinisial AR, Jumat (27/9/2019).

Kuasa hukum pelapor, Surahman mengatakan, kliennya merasa keberatan atas tindakan terlapor dan membuat laporan polisi.

“Klien saya bersama beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan polisi. Kami juga menyertakan dua alat bukti, hasil visum dan rekaman CCTV,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Iptu Faisal Afrihadi mengakui telah menerima laporaan dugaan penganiayaan yang dilakukan terlapor inisial HJ terhadap korban AR.

“Laporannya sudah masuk. Kami masih dalami dan memeriksa saksi-saksi,” katanya.

Menurutnya, proses tahapannya sesuai prosedur. Mulai dari penyelidikan, interogasi saksi dan pengumupulan alat bukti. “Setelah kami akan gelar kasus untuk melihat apa bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw