Diduga Depresi, Pemuda di Padang Nekat Panjat dan Rebahan di Atas Jembatan

Okezone.com, Rus Akbar ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 17:22 WIB
Diduga Depresi, Pemuda di Padang Nekat Panjat dan Rebahan di Atas Jembatan
Pria depresi nekat panjat jembatan di Padang (okezone.com/Rus Akbar)

PADANG, iNews.id – Seorang pria nekat memanjat jembatan besi penghubung di kawasan Simpang Haru-Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/2/2020). Pria yang tidak diketahui identitasnya ini diduga mengalami depresi.

Aksi pria itu memancing perhatian warga setempat serta pengendara yang melintasi jembatan itu, Ditambah lagi pada jam tersebut merupakan waktu sibuk dan macet.

Dari pantauan di lokais, pria itu terlihat mengenakan baju putih dan celana pendek jins abu-abu serta sebuah masker yang dikalungkan di lehernya. Selama di atas jembatan, pria tersebut tidak bersuara.

Pemuda itu sempat mencoba turun dari jembatan besi tersebut, namun kemudian naik lagi dan duduk-duduk. Ia juga terlihat berjalan-jalan di atas jembatan lalu tidur-tiduran atau rebahan.

Beberapa warga yang menyaksikan aksi nekat itu pun membujuknya untuk turun, namun tidak ditanggapi. Polisi datang kemudian mengatur lalu lintas lantaran aksi pria tersebut membuat banyak kendaraan berhenti untuk melihat dan menfoto dari dekat.

Warga setempat bernama Hendrahim (51) mengatakan, tadi pagi dirinya sudah bertemu dengan si pemuda di dekat jembatan.

"Dia belum memanjat jembatan. Dia hanya berdiri. Bahkan tadi hampir saya tabrak karena pada saat itu dia menyelonong saja ke jalan, tapi dia langsung mundur," kata Hendra.

Hendra kembali melihat pemuda itu, namun kali ini sudah memanjat jembatan.

"Saya menduga pria itu bukan warga sekitar. Tadi saya tanya-tanya warga tidak mengenalnya. Saya menduga pria itu stres atau depresi," kata doa.

Pria itu akhirnya berhasil diturunkan setelah satu jam berada di atas jembatan. Dia dibujuk oleh tukang ojek dengan dibantu petugas kepolisian.

"Tadi ramai, yang menurunkan itu tukang ojek dan dibantu polisi. Tapi saya juga tidak tahu dibawa ke mana," kata pedagang bernama Hermawati.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto