Depresi Masalah Pemerintahan, Kades di Mamasa Tewas Gantung Diri

Huzair Zainal ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 06:44 WIB
Depresi Masalah Pemerintahan, Kades di Mamasa Tewas Gantung Diri
Keluarga dan tetangga di rumah duka kades yang tewas gantung diri. (Foto: iNews/Huzair Zainal)

POLEWALI MANDAR, iNews.id – Seorang kepala desa (kades) di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan tewas tergantung pada sebuah pohon di kebun kopi. Korban nekat bunuh diri, diduga lantaran depresi menghadapi persoalan pemerintahan.

Pelipus, Kepala Desa Buangin, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa ditemukan tewas gantung diri Rabu (29/7/2020). Sebelumnya, korban berpamitan pada keluarga untuk membagikan bantuan langusng tunai (BLT) di balai desa.

Keluarga yang ditinggalkan nampak menangis histeris mengetahui korban tewas dengan cara gantung diri. Para tetangga juga berdatangan ke rumah duka.

Kasat Reskrim Polres MamasaI, Iptu Dedy Yulianto mengatakan, penemuan jasad korban berawal dari adanya acara pembagian BLT di kantor kelurahan yang dihadiri Camat Rantebulahan Timur, Elim Tupalang. Dalam pembagian ini, warga menunggu kehadiran korban.

Tak kunjung datang, beberapa warga akhirnya mencari korban. Sayang, mereka justru menemukan korban dalam kondisi gantung diri.

“Motif ini murni bunuh diri, sementara untuk motifnya masih kami dalami,” katanya.

Dia mengatakan, sebelumnya korban diketahui sempat terlibat beberapa persoalan hingga diperiksa oleh Inspektorat Pemda Kabupaten Mamasa. Namun semua masalah yang menyeret korban sudah selesai.

“Sebenarnya semua sudah selesai, hanya sekarang memikirkan bagaimana memajukan desa ke depan,” katanya lagi.

Sementara Camat Rantebulahan Timur, Elim Tupalang mengatakan, korban meninggalkan sepucuk surat untuk keluarganya. Salah satu isinya berpesan agar anaknya bersekolah dengan baik dan juga tidak masuk ke jalur politik.

“Baru kami temukan suratnya setelah kematian korban, kemungkinan ditulis pada malam sebelumnya,” katanya.

Hingga saat ini kasus kematian Pelipus masih dalam penyedilikan aparat dari Mapolres Mamasa.


Editor : Umaya Khusniah