Denny Hamtar Anak Kuli Pasir Lulus Bintara Polri di NTB, Orang Tua Menangis Haru

Ramli Nurawang ยท Senin, 02 Maret 2020 - 21:05:00 WIB
Denny Hamtar Anak Kuli Pasir Lulus Bintara Polri di NTB, Orang Tua Menangis Haru
Bripda Lalu Denny Hamtar Miozi bersama ayah dan ibunya saat pelantikan Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (2/3/2020). (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id – Keterbatasan ekonomi tidak memupus semangat Lalu Denny Hamtar Miozi untuk meraih cita-cita. Meski orang tua bekerja sebagai kuli pasir dan penjual gorengan, tekad yang kuat mampu mengantarkan pemuda asal Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), ini sebagai anggota Bintara Polri.

Keberhasilan pemuda itu membuat kedua orang tuanya bangga. Ayahnya, Lalu Hamdi Tarmizi dan sang Ibunda, Srigading, warga Kampung Bugis, Kecamatan Taliwang, tak bisa menahan tangis haru usai menyaksikan putra mereka dilantik oleh Kapolda NTB Irjen Pol Tomsi Tohir menjadi Bintara Polri. Pelantikan digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Senin pagi (2/3/2020).

Lalu Hamdi Tarmizi dan Srigading tak menyangka putra mereka bisa lulus dan melewati berbagai ujian di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Tarmizi dan istrinya yang masing menjadi kuli pasir dan penjual gorengan hanya berpenghasilan pas-pasan.

Jalan yang ditempuh putra mereka Lalu Denny Hamtar Miozi tidak mudah menjadi polisi. Dia sempat tidak lulus saat mengikuti ujian yang sama. Namun, Tarmizi terus memberikan motivasi ke anaknya agar tidak cepat menyerah. Kini, putranya yanga akrab disapa Denny berhasil menggapai cita-cita sebagai polisi.

“Saya sangat-sangat bahagia dan bangga. Terutama karena dia bisa melewati ujian. Dia sempat tidak lulus, tapi sekarang lulus. Dia semangat. Selama ini saya juga selalu memotivasi dia supaya fokus menempuh pendidikan,” kata Lalu Hamdi Tarmizi sambil menangis terharu.

“Alhamdulillah. Kami sangat bersyukur dan sekarang merasa lega,” kata Srigading.

Sementara Denny bertekad akan memberikan yang terbaik sebagai polisi hingga bisa membanggakan orang tuanya. Dia mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk masuk menjadi anggota Polri. Bekalnya hanya persiapan mental dan fisik yang baik.

“Bekal saya, saya siapkan mental, fisik, akademik,” ujar Denny.

Lewat kelulusannya, Denny ingin menunjukkan bahwa orang tuanya yang bersahaja mampu mendidik dia dengan baik. Denny berharap bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Dia ingin menunjukkan kemampuannya dan berusaha lebih baik lagi.

“Saya berharap dan selalu mendoakan agar umur orang tua saya panjang dan saya lebih baik ke depan. Saya ingin membahagiakan dan mengangkat derajat orang tua. Saya ingin tunjukkan bahwa orang tua saya itu telah berhasil mendidik saya dengan baik,” kata Lalu Denny Hamtar Miozi.

Denny juga mengatakan, satu pesan ayahnya selau dia ingat. Itu pula yang membuat dia tidak menyerah walaupun pernah tidak lulus saat ujian masuk anggota Polri.

“Bapak saya pernah berpesan, nak, jangan pernah ingin seperti ayah, bekerja hanya mengandalkan tenaga. Dari situ saya bertekad untuk berhasil, memutus rantai kemiskinan keluarga saya,” kata Denny.

Kapolda NTB Irjen Pol Tomsi Tohir menegaskan, saat ini penerimaan anggota Polri sangat transparan. Peserta tidak dipungut biaya apapun. Semua orang punya kesempatan yang sama menjadi anggota Polri.

“Dari 154 yang lulus itu, banyak di antaranya dari keluarga bersahaja. Dari sini, perlu kami sampaikan, bahwa penerimaan anggota Polri itu sangat transparan dan tidak dipungut biaya apapun,” kata Irjen Pol Tomsi Tohir.

Kini, Denny bersama 153 rekannya akan ditempatkan sementara di Polda NTB dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda). Mereka akan menjalankan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Editor : Maria Christina