Dengar Bisikan Gaib, Ayah Cekik Anak Kandung Hingga Tewas di Pekanbaru

Indra Yosserizal ยท Senin, 17 Februari 2020 - 19:15 WIB
Dengar Bisikan Gaib, Ayah Cekik Anak Kandung Hingga Tewas di Pekanbaru
Petugas Polsek Tampan, Pekanbaru, Riau mengevakuasi jasad F (3) yang dicekik ayah kandungnya setelah mendapat bisikan gaib. (Foto: iNews/Indra Yosserizal)

PEKANBARU, iNews.id - Seorang ayah di Pekanbaru, Riau tega membunuh anak kandungnya yang baru berusia tiga tahun, Senin (17/2/2020). Pelaku yang diketahui bernama Hermanto menghabisi anaknya berinisial F (3) dengan cara mencekik lehernya menggunakan hangar besi atau gantungan baju.

Belum diketahui motif nekat pelaku, namun dugaan sementara karena mendapat bisikan gaib. Saat ini, pelaku sudah diamankan di kantor Mapolsek Tampan, Pekanbaru untuk diperiksa lebih lanjut.

Aksi biadab Hermanto menghabisi nyawa anaknya sontak menggegerkan warga Perumahan Griya Cipta Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Peristiwa pembunuhan tersebut baru diketahui warga Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB dan lansung dilaporkan warga ke polisi.

Setelah menerima laporan warga, polisi langsung datang ke lokasi dan menangkap pelaku. Petugas juga mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, korban bocah laki-laki berinisial F (3) itu tewas karena dicekik ayah kandungnya dengan menggunakan hangar besi atau gantungan baju.

Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumbantoruan mengatakan, pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek. “Pelaku masih diperiksa. Untuk memastikan penyebab kematian korban, saat ini jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan autopsi,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, pelaku mengaku tega menghabisi nyawa anaknya itu karena mendapat bisikan suara gaib. Suara bisikan itu mengatakan bahwa penyakit istri pelaku yang sedang dirasuki jin bisa berpindah ke anaknya.

Tetangga pelaku, Jamal Ambo mengatakan, pembunuhan itu terjadi saat pelaku bersama istri dan dua anaknya sedang berada di rumah. “Saya dengar dari warga katanya anak pelaku sudah dibunuh satu. Saya langsung lapor ke polsek dan puskesmas,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki