Demo Tolak 49 TKA China di Kendari Ricuh, Massa Saling Dorong dengan Petugas

Febriyono Tamenk ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 15:43 WIB
Demo Tolak 49 TKA China di Kendari Ricuh, Massa Saling Dorong dengan Petugas
Pengunjuk rasa terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan saat demonstrasi di kantor Imigrasi Kendari menolak kedatangan 49 TKA China, Jumat (20/3/2020). (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id – Aksi demonstransi yang digelar Forum Komunikasi Pembela Demokrasi Sultra menolak kehadiran 49 tenaga kerja asing (TKA) asal China di Kantor Imigrasi Kendari diwarnai kericuhan, Jumat (20/3/2020).

Massa yang bermaksud membakar ban bekas di tengah jalan dihalang-halangi petugas yang menjaga jalannya aksi unjuk rasa. Massa yang tidak terima kemudian mengambil ban yang disita petugas hingga terjadi aksi saling dorong dan tarik-tarikan ban bekas.

Kericuhan kembali terjadi saat masa pengunjuk rasa akan memaksa masuk ke dalam kantor imigrasi. Massa kembaki diadang puluhan petugas. Meski demikian, massa mengalah dan memilih mundur.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta kepada pihak Kemenkumham dan Kantor Imigrasi Kendari segera mendeportasi 49 TKA China yang baru masuk ke Kota Kendari untuk bekerja di perusahaan tambang PT VDNI.

Mereka menilai kedatangan TKA China itu meresahkan warga karena di tengah merebaknya virus Covid -19.

Pengunjuk rasa juga meminta kepala kantor Kemenkumham dan Imigrasi Kendari turun dari jabatannya jika tidak bisa mengatasi permasalahan TKA di wilayah Sulawesi Tenggara.

Jika dalam waktu 1 kali 24 jam pernyataan sikap mereka tidak di respons, pengunjuk rasa akan kembali datang dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman mengatakan, DPRD sudah mengeluarkan surat yang ditandatangani oleh ketua DPRD meminta gubernur dan pihak perusahaan PT VDNI untuk segera memulangkan ke-49 TKA China tersebut.
Saat ini, puluhan TKA China itu masih menjalani isolasi di pabrik PT VDNI.

“Kami (Komisi III) juga akan melakukan kunjungan ke pabrik PT VDNI untuk memastikan ke-49 warga China tersebut benar-benar diisolasi,” katanya, Rabu (18/3/2020).

Diketahui, ke-49 warga asing asal China ini masuk ke Kendari melalui Bandara Haluoleo, Minggu (16/3/2020) malam. Kehadiran mereka di tengah merebaknya virus korona di Tanah Air sontak menjadi perbincangan warganet di medsos yang resah dengan kehadiran mereka.


Editor : Kastolani Marzuki