Burung Kacer Seharga Rp150 Juta Raib dalam Kargo Pesawat, Pemilik Tempuh Jalur Hukum

Uun Yuniar ยท Kamis, 19 Desember 2019 - 17:05 WIB
Burung Kacer Seharga Rp150 Juta Raib dalam Kargo Pesawat, Pemilik Tempuh Jalur Hukum
Pemilik burung kacer senilai Rp150 juta menunjukkan bukti kerusakan sangkar yang membuat peliharaannya hilang saat dibawa dalam kargo pesawat. (Foto: iNews/Uun Yuniar)

PONTIANAK, iNews.id – Seorang warga Pontianak, Kalimantan Barat mengaku kehilangan burung kontes berkicau senilai Rp150 juta usai mengikuti lomba tingkat nasional di Jakarta. Burung tersebut dilaporkan hilang saat diangkut menggunakan kargo dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Supadio Pontianak.

Pemilik burung, Rendi Lesmana meminta pertanggungjawaban maskapai Garuda Indonesia yang membawa peliharaannya tersebut. Dia menilai ada kelalaian dari pihak maskapai karena menemukan kerusakan pada sangkar burung kacer miliknya.

“Sangkar burung sudah saya tutup dengan kain, lalu saya perkuat menggunakan lakban, secara logika burung tak mungkin melepas kain itu sendiri. Selain itu ditemukan kerusakan beberapa ruji kayu sangkar patah, tapi pihak maskapai mengelak,” katanya, Kamis (19/12/2019).

BACA JUGA: Tarif Kargo Pesawat Mahal, Bisnis Kurir Rontok

Pihak maskapai Garuda Indonesia kemudian menemui pemilik burung untuk melakukan mediasi pada Kamis siang. Tapi akhirnya mediasi itu berujung buntu dan pemilik memutuskan menempuh jalur hukum.

“Kami sudah berkali-kali keluar daerah untuk mengikuti lomba, tapi baru kali ini kejadian seperti ini menimpa kami. Kami percaya maskapai dan berharap etika baik mereka untuk menyelesaikan hal ini,” kata Rendi.

BACA JUGA: Maling Burung Beraksi di Sawangan, Lovebird Jutaan Rupiah Amblas

Saat dikonfirmasi, Station Manager Garuda Indonesia wilayah Pontianak, Isman Kamajaya mengatakan sedang melakukan koordinasi dan menyelidiki kejadian ini.

 “Kami masih mau koordinasi dengan pihak di Jakarta. Mediasi tadi tak menemui kesepakatan dan pemilik akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Pemilik burung sedang mempersiapkan dokumen untuk meminta pertanggungjawaban pihak maskapai. Rendi mengatakan akan menunjukkan bukti resmi pengiriman burung tersebut.


Editor : Rizal Bomantama