Bupati Serang Bantah Ada Pungutan Pengambilan Jenazah Korban Tsunami

Rasyid Ridho ยท Sabtu, 29 Desember 2018 - 02:08 WIB
Bupati Serang Bantah Ada Pungutan Pengambilan Jenazah Korban Tsunami
Ilustrasi pungli. (Foto: Okezone)

SERANG, iNews.id - Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah membantah adanya biaya pengurusan jenazah korban bencana tsunami Banten di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. Menurutnya, tidak ada standar oprasional prosedur (SOP).

"Kami tidak ada SOP untuk mengantarkan jenazah pulang, di RSDP tidak adalah. Kami juga tidak menyediakan peti jenazah. Aneh juga," ujar Tatu saat mendampingi Mentri ESDM, Ignasius Jonan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Pasauran, Serang, Jumat (28/12/2018).

Menurutnya, sejak terjadinya tsunami Banten mobil ambulans sedang fokus membawa jenazah dan korban bencana di Anyer serta Carita ke Rumah Sakit. "Kalau keluarga membawa pulang jenazah berarti kepada pihak ketiga," katanya.

Terkait adanya kwitansi pembayaran yang diterima keluarga korban yang dikeluarkan oleh forensik, Tatu mengelak bahwa tidak ada pungutan dan dia sudah mengeceknya di lapangan. "Tidak ada dana yang masuk ke rumah sakit," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pihak keluarga yang hendak mengambil jenazah korban diduga dibebani pungutan oleh oknum Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara. Tak tanggung-tanggung, besarannya mencapai Rp3,9 juta.

Pungutan tersebut mencuat setelah kerabat korban bernama Leo Manullang diminta membayar biaya jenazah oleh pihak rumah sakit. Kerabat Leo merupakan korban terjangan tsunami di Pantai Carita, Labuan, Pandeglang, Banten.

Leo mengeluhkan permintaan uang sebesar Rp3,9 juta itu. Uang tersebut katanya akan digunakan untuk biaya penanganan jenazah hingga proses transportasi jenazah ke rumah duka di Klender, Jakarta Timur.

Dugaan praktik pungutan liar (pungli) pengurusan jenazah korban tsunami di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang, juga dialami kerabat Aa Jimmy. Aaat akan memulangkannya ke rumah duka, pihak RSDP meminta biaya mencapai Rp14,5 Juta.


Editor : Himas Puspito Putra