Brigadir Ahmad Jamari Tewas Dikeroyok Warga, Polda Lampung Amankan 14 Tersangka

Andres Afandi ยท Selasa, 04 Februari 2020 - 16:38 WIB
Brigadir Ahmad Jamari Tewas Dikeroyok Warga, Polda Lampung Amankan 14 Tersangka
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arysad menjelaskan penanganan kasus pengeroyokan Brigadir Ahmad Jamari (41) hingga tewas di Mapolda Lampung, Selasa (4/2/2020). (Foto: iNews/Andres Afandi)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung bersama Satreskrim Polres Lampung Tengah mengamankan 14 warga yang diduga pelaku pengeroyokan Brigadir Ahmad Jamari (41). Anggota Polres Lampung Timur itu tewas dikeroyok massa di kawasan Jalan Lintas Pantai Timur Kampung Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (4/2/2020).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arysad mengatakan, 14 warga yang diduga pelaku pengeroyokan diamankan dari berbagai lokasi di Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah. Penangkapan para pelaku dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan polisi hingga Senin malam di lokasi kejadian.

Adapun identitas ke-14 warga yang diduga pelaku pengeroyokan yakni, berinisial DM (24), RS (32), SD (36), ST (41), SK (31), RA (21), S (23), DG (30), AD (20), SY (27), QM (25), SR (40), SY (30), dan AS (22). “Ke-14 pelaku merupakan warga Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah,” kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arysad, Selasa (4/2/2020).

Zahwani mengatakan, ke-14 pelaku kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Seputih Banyak Lampung Tengah. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara spesifik peran dari masing-masing pelaku atas kematian anggota polisi itu.

“Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 170 subsider 351 ayat 3 tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara,” katanya.

Sementara jenazah korban Brigpol Ahmad Jamari telah dimakamkan pihak keluarga di rumah duka di Desa Purbolinggo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.

Brigadir Ahmad Jamsari sebelumnya ditemukan tewas dengan sejumlah luka di bagian kepala, diduga akibat hantaman batu, Senin kemarin. Korban dikeroyok warga, diduga karena memicu kemarahan saat acara hajatan. Saat kejadian, korban sedang lepas dinas. Ditengarai, warga tidak mengetahui jika korban pengeroyokan seorang polisi.


Editor : Maria Christina