BNPB Sebut Korban Gempa Palu, Sigi dan Donggala Butuh 18.000 Tenda

Antara ยท Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:32 WIB
BNPB Sebut Korban Gempa Palu, Sigi dan Donggala Butuh 18.000 Tenda
Warga berjalan di antara tenda tempat tinggal terpadu bagi pengungsi terdampak gempa di Loli Saluran, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Antara)

PALU, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah membutuhkan 18.000 tenda sebagai tempat bernaung dan beraktivitas sementara.

"Tidak semua pengungsi memakai tenda besar, tapi tenda keluarga. Bila dihitung kalau jumlah pengungsi sekitar 70.000-an dibagi empat satu keluarga, keluarnya sekitar 18.000-an," kata Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja di Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya, kebutuhan tenda tersebut untuk keperluan warga korban gempa yang tidak memiliki rumah akibat hancur terkena dampak gempa serta tsunami pada dua pekan lalu. Bantuan-bantuan tenda dari beberapa lembaga kemanusiaan atau Non Governmental Organization (NGO) serta institusi terkait yang membantu korban pascabencana di Sulteng juga terus mengalir.

"Saat ini sudah terkumpul 5.000 tenda dan Palang Merah Indonesia menyiapkan 1.300 tenda. Ternyata, NGO juga punya kekuatan, tadi disampaikan ada tambahan tenda," ujarnya usai pertemuan dengan NGO di Pos Pendamping Nasional (Pospenas) Kantor Gubernur Sulteng.


Tugas dan fungsi BNPB, lanjut Wisnu, tidak hanya mengoordinir persoalan bencana juga sebagai katalisator guna memperlancar semua mekanisme. Termasuk, mempermudah pengiriman dan bea masuk pelabuhan maupun bandara.

"Nanti kalau masih kurang kami mendukung yang lain atau gap-nya mau berapa tenda atau dicarikan dari bantuan internasional. Kalau masih kurang lagi kita siapkan dana," ujar dia.

Sedangkan untuk kebutuhan tenda sekolah sebagai tempat belajar mengajar siswa diperlukan 800 unit yang disebar di tiga daerah yang terdampak gempa disertai tsunami dan likuifaksi.

Sebelumnya, lembaga kemanusiaan Unicef telah mengirimkan tenda 200 unit untuk digunakan sebagai tempat sekolah sementara, mengingat proses belajar mengajar siswa yang terdampak gempa di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala tergangu.

Selain itu, sejumlah NGO juga menyiapkan tenda-tenda tidak hanya digunakan sebagai dapur umum juga dipakai sebagian untuk hunian korban gempa.


Editor : Himas Puspito Putra