BNPB Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hentikan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Andi Mohammad Ikhbal ยท Jumat, 02 Agustus 2019 - 13:23:00 WIB
BNPB Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hentikan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau
Kepala BNPB Doni Monardo saat menyampaikan penanganan karhutla di Media Center Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla, Pekanbaru, Jumat (2/8/2019). (Foto: IST)

PEKANBARU, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak seluruh komponen termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karthutla) di wilayah Riau. Dia juga mengingatkan pencegahan secara maksimal jauh lebih baik dan efektif daripada pemadaman.

“Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Apabila sudah terjadi kebakaran, dampak yang besar akan mempengaruhi segala aspek kehidupan baik sosial, kesehatan, maupun keamanan,” kata Doni di Media Center Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla, Pekanbaru, Jumat (2/8/2019).

Doni yang didampingi Gubernur Riau Syamsuar juga meminta agar pemerintah hadir di tengah masyarakat. Pejabat daerah harus turun langsung menemui rakyat agar bersama-sama mencegah dan mengatasi karhutla.

“Perlu ada kemauan keras untuk pejabat daerah, untuk turun ke masyarakat dan bahkan tidur di tengah masyarakat. Temuilah rakyatmu, hiduplah bersama mereka. Mulailah dengan apa yang mereka miliki,” ujarnya.

Selain itu, Doni mengimbau masyarakat Riau untuk tergerak menyikapi permasalahan karhutla. Sebab, asap akibat dampak karhutla yang terjadi setiap tahun sangat besar. Salah satunya, kasus kenaikan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) seperti pada tahun 2015 lalu. Dia berharap kasus itu tidak terulang lagi.

“Energi sebagai bangsa jangan hanya tersedot untuk urusan kebakaran hutan dan lahan saja,” ujarnya.

Doni yang juga didampingi Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead berkunjung ke wilayah Desa Sungai Tohor, Kabupaten Meranti, Riau, untuk mengajak semua elemen baik Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan media massa, untuk saling mengingatkan bahaya karhutla. Bencana yang marak terjadi akibat ulah manusia tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga ekosistem alam Riau.

“Urusan karhutla merupakan urusan kita semua,” ujarnya.

Menyikapi bencana asap di wilayah Riau ini, Doni mengajak relawan untuk bekerja sama dan memberi masukan sehingga penanganan karhutla berlangsung efektif. Di sisi lain, perguruan tinggi juga berperan penting. khususnya terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada aspek penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Semangat dari Gubernur Riau bahwa ‘Riau tanpa asap’ perlu didukung oleh semua pihak. Perlu ada kerja keras dan semangat serta kerja sama. Saya yakin bisa, kita mengajak mereka yang masih membakar di wilayah tertentu untuk sadar,” kata Doni.

Doni mengatakan, BNPB dan kementerian/lembaga terkait akan selalu mendukung operasi pemadaman karhutla di Riau. Saat ini, 17 helikopter dan 1 pesawat teknologi modifikasi cuaca telah beroperasi di Riau.

Sementara jumlah personel gabungan untuk pemadaman 1.512 orang dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan kementerian/lembaga. Jumlah tersebut belum ditambah dari dukungan personel dunia usaha.

Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau per hari ini (2/8/2019) mencatat, total luasan lahan terbakar sampai dengan 23 Juli 2019 mencapai 4.041,94 ha.

“Sementara indeks standar pencemaran udara (ISPU) dalam kondisi baik hingga sedang. Gubernur Riau juga melaporkan saat ini masih dilakukan pemadaman di lokasi kebakaran, yaitu di Pelalawan, Siak, Indragiri Hilir dan Bengkalis,” kata Agus.

Editor : Maria Christina