BNN Tangkap Pasangan Pengedar Sabu di Lokasi Huntara Korban Gempa Palu

Antara ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 15:23 WIB
BNN Tangkap Pasangan Pengedar Sabu di Lokasi Huntara Korban Gempa Palu
Ilustrasi penangkapan bandar narkoba. (Foto: Okezone)

PALU, iNews.id – Sepasang kekasih ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu lantaran ketahuan mengedarkan narkoba jenis sabu. Keduanya bersama satu tersangka lainnya ditangkap di lokasi hunian sementara (huntara) Petobo untuk korban gempa dan tsunami.

Kepala BNN Kota Palu AKBP Abire Nusu mengatakan, ketiga tersangka ditangkap di jalan Kebun Sari, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu pada Senin (7/1/2019) lalu.

“Para tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial R yang berperan sebagai bandar, perempuan inisial E alias V yang juga kekasih R berperan membantu mengatur keuangan dan lelaki AW alias W sepupu dari R berperan melayani pembeli, menerima dan menyerahkan barang kepada pelanggan,” kata Abire, dalam gelar perkara di Kantor BNN Palu, Sabtu (12/1/2019).

Saat ditangkap, R berada di tenda tempat tinggalnya. Anggota BNN Kota Palu berhasil menemukan dan mengamankan sembilan paket plastik bening berisi serbuk kristal yang diduga sabu dengan berat bruto 5,70 gram.

“Selain itu, kami juga mengamankan lima buah alat hisap sabu, bong, 13 buah korek api gas, tiga pak plastik pembungkus sabu yang kosong, dua buah timbangan digital, satu HP samsung lipat hitam, satu tas kosmetik warna pink, satu sendok sabu dari potongan pipet, dua jarum sumbu dan dua kaca pireks,” katanya.

Selanjutnya, dari tangan pelaku AW, petugas mengamankan sebanyak 23 paket plastik klip bening narkotika jenis sabu seberat bruto 4,05 gram yang ditemukan dalam tas samping warna coklat loreng, satu bungkus plastik klip bening diduga daun ganja kering seberat bruto 1,30 gram dan uang tunai Rp500 ribu rupiah.

Setelah diinterogasi, para tersangka mengaku mendapatkan barang itu dari inisial HR alias U yang merupakan narapidana narkoba di Lapas Petobo yang melarikan diri saat gempa lalu.

Menurut Abire, pelaku R diduga sudah lama menjadi bandar narkoba semenjak 2016 lalu. Bahkan R pernah ditangkap BNN Sulteng dalam kasus narkoba dengan status penguna.

“Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 1, Pasal 112 Ayat 1, Pasal 111 Ayat 1 Jo Pasal 132 Ayat 1 Huruf A, Sub Pasal 127 Ayat 1 Huruf A, Undang-Undang Nomor 35 Tentang Narkotika Tahun 2009,” ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra