get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa Hari Ini M 4,3 Guncang Nias Selatan, Berpusat di Laut

BMKG: Zona Musim di NTT 100 Persen Periode Kemarau, Waspada Ancaman Kekeringan

Senin, 15 Mei 2023 - 15:27:00 WIB
BMKG: Zona Musim di NTT 100 Persen Periode Kemarau, Waspada Ancaman Kekeringan
Ilustrasi, air waduk di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusut saat musim kemarau. (Foto: Antara).

KUPANG, iNews.id - Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan 100 persen dari total zona musim (zom) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berada dalam periode musim kemarau 2023. Warga diminta mewaspadai ancaman kekeringan.

Kepala Stasiun Klimatologi NTT BMKG Rahmattulloh Adji mengatakan, data hari tanpa hujan yang diperbaharui per 10 Mei menunjukkan, sebagian kecil wilayah NTT mengalami hari tanpa hujan berturut-turut lebih dari 21-30 hari.

"Hasil analisis menunjukkan 100 persen zom di NTT telah berada dalam periode musim kemarau, sehingga perlu kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan," ujar Rahmattulloh di Kupang, Senin (15/5/2023).

Dia menjelaskan, prakiraan peluang curah hujan menunjukkan, beberapa wilayah di NTT diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20 mili meter/dasarian) dengan peluang lebih dari 70 persen.

Pihaknya mengeluarkan peringatan dini ancaman bencana kekeringan agar warga di NTT dapat menyiapkan langkah antisipasi yang diperlukan.

Menurutnya, ancaman kekeringan dapat menimbulkan berbagai dampak seperti pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan. Selain itu, kata dia berkurangnya ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih serta meningkatnya potensi kemudahan terjadinya kebakaran.

Dia menyarankan para petani untuk memilih tanaman yang cocok untuk kondisi musim kemarau sehingga berpeluang untuk bisa dipanen. Selain itu warga juga perlu mulai menghemat pemakaian air bersih agar kebutuhan bisa terpenuhi selama musim kemarau.

"Warga juga perlu menghindari tindakan yang dapat memicu munculnya titik api agar tidak meluas yang menimbulkan terjadi kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut