BMKG: Tsunami Kecil Landa 4 Daerah akibat Gempa Lombok, Ini Pemicunya

Kastolani ยท Minggu, 05 Agustus 2018 - 22:23 WIB
BMKG: Tsunami Kecil Landa 4 Daerah akibat Gempa Lombok, Ini Pemicunya
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers terkait gempa bumi di Lombok, NTB di Jakarta, Minggu (5/8/2018). (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.idGempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa, Mataram Nusa Tenggara Barat dan Bali hingga Jawa Timur sempat memicu tsunami kecil, Minggu (5/8/2018).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi yang baru saja terjadi berpotensi tsunami. “Kami catat tsunami sudah terjadi. Yang kami catat tsunami Waspada atau level terendah ketinggian maksimum 50 cm,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu malam. 

Dwikorita menyebutkan, hasil observasi muka air laut di pantai telah terdeteksi gelombang tsunami di Desa Carik, pesisir Lombok Utara dengan ketinggian 13,5 cm dari rata-rata muka air laut pada pukul 18.48 WIB. Tsunami kedua terjadi di Desa Badas, Sumbawa Utara dengan ketinggian 10 cm pada pukul 18.54 WIB.

“Berikutnya juga terjadi di Pantai Lombok, tepatnya di Desa Lembar dengan ketinggian 9 cm pukul 19.27 WIB, serta juga tercatat di Benoa ketinggian 2 cm pada pukul 19.58 WIB. Ketinggian air itu dari muka air laut,” katanya. 

Dwikorita menjelaskan, meskipun ketinggian air kurang dari 0,5 meter BMKG tetap harus memberikan peringatan dini. Sebab, apabila tsunami terjadi di pantai atau teluk bisa berimplikasi atau lebih. “Tergantung topografi pantai. Itulah dasar kenapa peringatan dini dilakukan. Ini untuk skenario terburuk harus diberikan peringatan dini,” ucapnya.

Menurut dia, tsunami terjadi akibat adanya rekahan di bawah dasar laut meskipun gempa tersebut berpusat di darat. “Episentrum gempa memang di darat, tapi ada rekahan yang memanjang hingga ke dasar laut. Ini yang kemudian menyebabkan tsunami meskipun skalanya rendah,” ujarnya.

Menurut Dwikorita, masyarakat kini sudah bisa kembali ke rumah mereka masing-masing karena peringatan dini tsunami sudah dicabut. “Ya, warga sudah bisa masuk lagi ke rumah. Masyarakat juga kami imbau tetap tenang dan tidak panik. Jangan percaya dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki