BMKG: NTT Terkena Dampak Bibit Siklon Tropis, Waspadai Gelombang Tinggi

Antara ยท Rabu, 08 Mei 2019 - 11:12 WIB
BMKG: NTT Terkena Dampak Bibit Siklon Tropis, Waspadai Gelombang Tinggi
Gelombang tinggi menghantam masjid apung yang roboh akibat tsunami di Pantai Taman Ria Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/4/2019). BMKG menyebutkan wilayah NTT berpeluang terkena dampak bibit siklon tropis yang di antaranya gelombang tinggi. (Foto: Antar

KUPANG, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpeluang terkena dampak bibit siklon tropis. Dampak tersebut antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga deras, angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan laut.

Kepala BMKG Stasiun EL Tari, Bambang Setiajid mengatakan, dampak siklon tropis terhadap cuaca di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu akan terlihat dalam dua hari terakhir. Bibit siklon tropis dengan kode 93S terpantau berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku, tepatnya di sekitar 6.9 °LS 128.5°BT.

“Dari hasil pantauan BMKG, bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum di pusatnya mencapai 25 knot dan tekanan minimum hingga 1006 hPa,” kata Bambang Setiajid di Kupang, Rabu (8/5/2019).

Bibit siklon ini diprediksi akan menguat dan mencapai intensitas siklon tropis dalam 24 - 48 jam ke depan. Adapun pergerakannya mengarah ke Selatan-Barat Daya atau menjauhi wilayah Indonesia.

Keberadaan bibit siklon Tropis 93S diprakirakan akan mengakibatkan kondisi cuaca buruk di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain hujan dengan intensitas sedang-deras berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian tenggara, dan NTT bagian timur.

Dampak lainnya angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km per jam berpeluang terjadi di NTT, Maluku, dan Papua bagian selatan. Gelombang dengan ketinggian 4.0 - 6.0 m berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, Laut Arafuru bagian barat.

“Karena itu, masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Bambang.


Editor : Maria Christina