BKSDA Kobar Selamatkan Orangutan yang Nyasar ke Kebun Sawit

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Senin, 18 Februari 2019 - 21:42 WIB
BKSDA Kobar Selamatkan Orangutan yang Nyasar ke Kebun Sawit
Petugas BKSDA menyelamatkan induk orangutan dan anaknya yang nyasar di kebun sawit milik warga, Senin (18/2/2019). (Foto: iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id - Seekor induk dan anak orangutan nyasar ke kebun sawit milik warga di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Petugas Wildlife Rescue Balain Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW 2 Kalteng di Pangkalan Bun dibantu tim rescue dari Orangutan Foundation International (OFI) Pangkalan Bun segera mengevakuasi dua ekor orangutan tersebut, Senin (18/2/2019).

“Pukul 07.00 WIB kami mendapat laporan dari pemilik kebun sawit bahwa ada dua ekor orangutan yang berada di pohon sawit miliknya. Kemudian pada pukul 08.00 WIB kita berangkat dan pukul 10.00 WIB kita sampai di lokasi dan langsung melakuka pemantauan dulu,” ujar Petugas Wildlife Rescue BKSDA SKW 2 Kalteng di Pangkalan Bun, Muda Yulivan.

Awalnya petugas melihat sang induk bergelantungan di atas pohon. Kemudian dilakukan tembak bius ke arah Orangutan dan di bawah pohon sudah disiapkan jaring. “Itu pukul 11.00 WIB induknya dulu yang kita evakuasi. Baru setelahnya sang anak, kita juga tembak bius dan berhasil kita tangkap,” ujar Muda.

Setelah berhasil dievakuasi, tim BKSDA kemudian mengecek fisik dan menimbang kedua primata dilindungin ini. Induk betina dalam keadaan sehat diperkirakan berumur 30 tahun dan memiliki berat badan 35 kg.

“Anaknya betina umur 7 tahun, berat 14 kg dalam kondisi sehat. Setelah itu keduanya kita angkut menggunakan motor terlebih dahulu ke jalan raya. Baru kemudian diangkut dengan mobil menuju Karantina OCCQ di Desa Pasir Panjang untuk direhabilitasi,” katanya.

Terus tergerusnya habitat orangutan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, dari ekspansi kebun kelapa sawit yang kian masif membuat orangutan nyasar hingga ke kebun milik warga.


Editor : Himas Puspito Putra