Bikin Laporan Palsu Soal Begal, Pegawai Ekspedisi di Kalteng Ditangkap Polisi

Antara ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 13:24 WIB
Bikin Laporan Palsu Soal Begal, Pegawai Ekspedisi di Kalteng Ditangkap Polisi
Pelaku yang membuat laporan palsu untuk mendapatkan uang Rp28 juta (Antara)

KOTAWARINGIN, iNews.id - Jajaran Polres Kotawaringin Barat (Kobar) menangkap pembuat laporan palsu. Pelaku diketahui pria berinisial Z (26) warga Dusun Karang Anyar, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Kalimantan Tengah.

Kasatreskrim Polres Kobar, Tri Wibowo mengatakan, pelaku membuat laporan palsu dan mengarang cerita menjadi korban begal. Hal ini terungkap setelah penyidik melakukan penyelidikan laporan yang dibuat oleh Z.

"Setelah kami dalami, kami lakukan penyelidikan serta meminta keterangan saksi-saksi, banyak ketidaksesuaian dengan keterangan yang dilaporkan oleh pelaku," kata Tri Wibowo di Pangkalan Bun, Jumat (7/2/2020).

Laporan palsu ini dibuat pada Senin (3/2/2020) lalu. Saat itu pelaku datang dan membuat laporan ke unit SPKT Polres Kobar. Dalam laporan itu, pelaku mengaku kehilangan tas berisi uang sebesar Rp28 juta dan satu ponsel. Pelaku mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Jenderal Sudirman Pangkalan Bun oleh dua orang pria bersenjata.

Polisi menindaklanjuti laporan tersebut, namun hasilnya menunjukkan banyak kejanggalan. Penyidik kemudian menangkap pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku sengaja membuat laporan palsu agar terhindar dari ganti rugi serta ingin membuat orang lain percaya atas kejadian yang dialaminya. Itu dijadikan dalih lantaran uang senilai Rp28 juta milik online shop yang menjadi rekanan tempat dirinya bekerja sudah habis digunakan untuk membayar utang serta serta bermain saham online di salah satu aplikasi saham online.

"Pelaku merupakan pegawai di salah satu ekspedisi yang bekerja sama dengan online shop karena di online shop itu ada sistem COD. Jadi setelah pembeli memberikan uang pembayaran kepada pelaku, uang tersebut tidak disetorkan ke online shop," kata Tri.

Untuk memuluskan aksinya, kata Tri, pelaku sengaja membakar tas miliknya di tempat pembuangan sampah yang berada di kawasan Bamban, Kelurahan Sidorejo. Keesokan harinya ponselnya dibuang ke parit yang berada di sekitar kebun sawit milik warga.

"Kedua hal tersebut dilakukan sebagai alibi untuk memuluskan aksinya dalam membuat laporan palsu," kata dia.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa satu lembar surat tanda terima laporan polisi, satu telepon seluler, dan satu berita acara pengambilan sumpah sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 242 KUH Pidana tentang laporan atau keterangan palsu dan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto