Besuk Anak, Nenek di Jambi Nekat Simpan Sabu di Kemaluan

Budi Utomo ยท Selasa, 03 Maret 2020 - 00:30 WIB
Besuk Anak, Nenek di Jambi Nekat Simpan Sabu di Kemaluan
Nenek Eli diamankan petugas Satresnarkoba Polres Tebo, Jambi karena kedapatan menyimpan sabu di kemaluan saat membesuk anaknya di lapas. (Foto: iNews/Budi Utomo)

BUNGO, iNews.id - Nenek Eli (56) warga Kampung Pulau, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo, Jambi diamankan petugas Satresnarkoba Polres Tebo lantaran menyimpan narkoba jenis sabu di kemaluan, Senin (2/3/2020).

Sabu tersebut dibawa sang nenek saat hendak menjenguk anaknya yang ditahan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebo.

Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Tebo, Sarifuddin mengatakan, pelaku saat itu ingin mengunjungi anaknya di tahanan. “Waktu diperiksa ada yang mencurigakan dan langsung menghubungi anggota Satnarkoba Polres Tebo. Ternyata, narkoba jenis sabu disimpan di dalam kemaluan pelaku,” katanya.

Dia mengatakan, penggagalan penyelundupan sabu ke lapas itu berkat kejelian petugas lapas yang curiga dengan gelagat sang nenek. Petugas Polwan Polres Tebo kemudian memeriksa barang dan menggeledah tubuh nenek tersebut. Saat diperiksa di bagian kemaluan, petugas menemukan kejanggalan.

“Saat digeledah polwan didapatkan dua bungkus sedang narkoba jenis sabu yang terbungkus kertas tissu yang di dalamnya dibungkus plastik hitam. Saat itu, nenek Eli datang membesuk anaknya bersama cucunya yang masih berusia 5 tahun,” ujarnya.

Nenek Eli (56) sempat ingin menyogok petugas lapas saat diketahui barang haram tersbut dengan sejumlah uang Rp100.000, tetapi ditolak petugas polsus lapas wanita.

Kepada petugas, Nenek Eli mengaku disuruh seseorang berinisial A agar mengantarkan barang tersebut kepada anaknya yang ada di dalam tahanan. Dia mengaku dijanjikan uang sebesar Rp500.000

“Saya disuruh mengantar barang ke anak saya. Saya dijanjikan uang Rp500.000,” ujarnya. 

Saat ini pelaku Eli bersama barang bukti dua bungkus narkoba jenis sabu seberat 8,41 gram telah diamankan untuk proses lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki