Bentrok TNI-Polri di Papua Diduga Dipicu Provokasi Tukang Ojek

Chanry Andrew Suripatty ยท Minggu, 12 April 2020 - 15:54:00 WIB
Bentrok TNI-Polri di Papua Diduga Dipicu Provokasi Tukang Ojek
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal. (Foto: Antara/Evarukdijati)

JAYAPURA, iNews.id - Tiga anggota Polres Mamberamo Raya, Papua meninggal dunia dan dua anggota polisi lainnya luka-luka dalam insiden penembakan yang dilakukan sejumlah prajurit TNI Satgas Yonif 755/ Yalet, Minggu (12/4/2020).

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIT di Pospam Satgas Yonif 755/Yalet di Kasonaweja, kabupaten Mamberamo Raya. 

Diperoleh informasi, bentrokan TNI-Polri itu berawal dari pengeroyokan terhadap Bripda Petrus Douw, Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 14.30 WIT. Bripda Petrus Douw saat itu menyewa motor ojek di Pangkalan Ojek Ujung Kampung dari tukang ojek Rahman Sakai, dengan tarif Rp 50.000/jam. 

Pada saat pulang ke pangkalan dan mengembalikan motor kepada pemilik motor,  Bripda Petrus Douw memberikan uang  sebesar Rp50.000 untuk membayar ongkos sewa ojek. Namun, pengemudi ojek Rahman tidak terima karena Bripda Petrus Douw menyewa motor sudah tiga jam sehingga terjadi pertengkaran mulut.

"Karena terjadi pertengkaran mulut teman teman pangkalan ojek menghubungi anggota Satgas Yonif 755 dan melaporkan kejadian tersebut. Anggota Satgas Yonif 755 sekitar 10 orang mencari Bripda Petrus Douw dan mengeroyok korban,” ucap sumber iNews.

Pasca kejadian, Kapolres Mamberamo Raya, AKBP Alexander Louw, Sabtu, (11/4/2020) mengunjungi Bripda Petrus Douw di rumahnya. Kapolres menyampaikan kepada anggotanya agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan karena Kapolres sudah melakukan koordinasi dengan Dandim Kodim 1712/Sarmi, Pabung Mamberamo Raya, Danpos  755 untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Namun , tanpa sepengatahun kapolres, sebanyak 20 anggota Polres Mamberamo Raya, berkumpul di Pelabuhan Burmeso dan bergerak mendatangi Pospam Satgas 755 di Kasonaweja, Minggu (12/4/2020).

Mereka bermaksud menyelesaikan permasalahan pengeroyokan terhadap Bripda Petrus Douwyang dilakukan anggota Satgas Yonif 755 sehari sebelumnya. 

Namun setelah Bripka John Tahapari dan anggota Polres Mamberamo Raya tiba di Pos kemudian Bripka John Tahapari menanyakan sebab pemukukan terhadap Bripda Petrus Douw, anggota Pos Satgas Yonif 755 Walet tidak terima dan langsung memukul Bripka John Tahapari.

Selanjutnya anggota Pos mengeluarkan senjata dan mengejar serta menembaki secara brutal terhadap anggota Polres Mamberamo Raya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal mengatakan, bentrok TNI-Polri berawal dari adanya kesalahpahaman kedua belah pihak. 

Kejadian terjadi pada Minggu (12/4/2020), pukul 07.40 WIT di pertigaan Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya. 

"Peristiwa naas itu berawal akibat  terjadinya kesalahpahaman antara oknum anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya."ungkap Kamal dalam keterangan pers Humas Polda Papua di Jayapura, Minggu (12/4/2020). 

Akibat kesalahpahaman tersebut menurut Kamal,  3 orang anggota Polri meninggal dunia dan dua anggota Polri lainnya mengalami luka-luka.

"Korban atas nama Briptu Marcelino Rumaikewi, anggota Satuan Reskrim Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak pada leher bagian kanan sebanyak 1 kali, Bripda Yosias Dibangga, anggota Satuan Sabhara Polres Mamberamo Raya mengalami luka tembak pada bagian leher kiri 1 kali, dan Briptu Alexander Ndun anggota Reskrim Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak pada paha kiri," kata Kombes Pol Kamal. 

Lalu 2 anggota Polri lainnnya mengalami luka-luka akibat terkena tembakan, atas nama Bripka Alva Titaley, anggota Reskrim Polsek Mamteng, mengalami luka tembak pada paha kiri sebanyak 1 kali, serta Brigpol Robert Marien anggota SPKT mengalami luka tembak pada punggung belakang sebanyak 3 kali.

"Lima anggota Polri saat ini telah berada di RS Kawera Kasonaweja untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif. Jenazah akan diterbangkan ke Jayapura untuk dilakukan visum di RS Bhayangkara Jayapura," ujar Kamal. 

Saat ini, Pangdam XVII/Cenderawasih maupun Kapolda Papua sedang menurunkan tim gabungan untuk melakukan penyelidikan di TKP dalam rangka mendapatkan keterangan, fakta-fakta kronologis yang sebenarnya.

Editor : Kastolani Marzuki