Belasan Kios di Pasar Pagi Arengka Kota Pekanbaru Ludes Terbakar
PEKANBARU, iNews.id - 11 kios semi permanen di kompleks Pasar Pagi Arengka, Kota Pekanbaru ludes terbakar, Senin (26/11/2018) malam tadi. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran hebat yang melanda salah satu pasar tradisional tertua di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Pantauan di lokasi, Selasa (27/11/2018) pagi, sejumlah pedagang yang mengaku telah berjualan di pasar tersebut mengais-ngais beberapa barang yang masih bisa diselamatkan. Bau hangus yang menyengat juga masih menyeruak di lokasi kebakaran.
Beragam kebutuhan pokok mulai dari bawang, kelapa dan masakan lainnya yang ada di dalam kios ikut hangus terbakar. "Kebakaran berlangsung sangat cepat. Saat itu saya dan anak sedang tidur dan tiba-tiba ada warga teriak api membesar," kata salah seorang pedagang kelapa dan bahan masakan harian, Nita, Selasa (27/11/2018).
Dia mengatakan, dirinya telah berjualan di lokasi itu selama 18 tahun terakhir. Selama itu pula, baru kali ini kebakaran hebat melanda kompleks pertokoan tersebut. Wanita berusia 58 tahun itu mengaku belum memiliki rencana ke depan, karena seluruh harta bendanya hangus terbakar. Sementara satu-satunya harta yang berhasil diselamatkan hanyalah sepeda motor.
Namun demikian, dia mengaku bersyukur karena dirinya dan delapan anggota keluarganya yang juga tinggal di kios semi permanen itu selamat. "Sekarang yang terpenting semua anggota keluarga saya selamat," tuturnya.
Salah seorang pedagang yang kiosnya juga hangus terbakar, Teresa menceritakan, kebakaran hanya berlangsung kurang dari 20 menit. Dia tidak mengetahui pasti insiden kebakaran tersebut karena pada saat kejadian sedang berada di rumahnya yang jauh dari lokasi kios.
"Saat sampai di sini semuanya sudah hangus terbakar," ujar wanita yang membuka praktik salon di salah satu kios itu.
Petugas saat ini juga sudah memasang garis polisi mengelilingi lokasi kawasan yang terbakar. Polisi hingga kini masih mendalami penyebab kebakaran.
Pasar Pagi Arengka Pekanbaru merupakan salah satu pasar tradisional andalan warga Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Pasar tersebut menjadi persinggahan pertama para pedagang tradisional dari Provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebelum distribusi bahan dagangan di Pekanbaru. Namun, secara umum kebakaran kios-kios tersebut tidak terlalu berdampak pada aktivitas jual beli masyarakat.
Editor: Himas Puspito Putra