Bea Cukai Jambi Gagalkan Penjualan 160.200 Batang Rokok Ilegal dari Online Shop

Azhari Sultan ยท Rabu, 18 Agustus 2021 - 09:02:00 WIB
Bea Cukai Jambi Gagalkan Penjualan 160.200 Batang Rokok Ilegal dari Online Shop
Petugas Bea Cukai Jambi saat mengamankan barang bukti rokok ilegal di Kantor Jasa Pengiriman di Kota Jambi. (Foto: Bea Cukai Jambi)

JAMBI, iNews.id - Bea Cukai Jambi mengungkap jaringan penjualan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) berupa rokok secara ilegal. Rokok tanpa dilekati pita cukai ini dijual melalui online shop di Kota Jambi.

Dalam pengungkapan kasus, dua pelaku yang merupakan warga Jambi berinisial H dan A ditangkap petugas. Selain itu, barang bukti kurang lebih 160.200 batang rokok ilegal yang akan dikirimkan pelaku hampir ke seluruh wilayah Indonesia disita petugas.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jambi Heri Susanto mengatakan, dalam melancarkan aksinya, pelaku tak hanya mengandalkan satu online shop saja. Tetapi hampir semua marketplace digunakan demi kelancaran pengiriman rokok ilegal tersebut. 

Diakuinya di masa pandemi, berbagai modus baru seperti ini gencar dilakukan para penjual ilegal ini untuk mencari konsumen lebih luas. 

"Pelaku peredaran rokok ilegal tersebut menjalankan aksi modusnya dengan menyamarkan tampilan nama barang di berbagai marketplace menjadi barang lain berupa produk masker, minuman hingga aksesoris pernikahan," ujar Heri, Rabu (18/8/2021). 

Tak hanya itu, pelaku juga memberitahukan keterangan tidak benar mengenai jenis barang yang dikirim kepada beberapa jasa pengiriman atau ekspedisi. 

Terungkapnya kasus ini bermula pada akhir pekan lalu, ketika itu petugas mendapat informasi adanya pengiriman barang rokok ilegal. Selanjutnya setelah koordinasi lebih lanjut dengan pihak jasa kiriman dan ekspedisi, akhirnya tim melakukan pencegahan dan penangkapan pelaku.

"Saat diperiksa minibus yang digunakan pelaku di tempat jasa pengiriman, ditemukan rokok ilegal. Hasil pemeriksaan, kurang lebih totalnya berjumlah 160.200 batang rokok ilegal," katanya.

Pengakuan pelaku, barang tersebut akan dikirimkan ke Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. 

"Total perkiraan nilai barang atas penindakan rokok ilegal mencapai Rp23.600.000. Perkiraan kerugian negara yang ditimbulkan senilai Rp32.745.000," kata Heri. 

Menurutnya saat penindakan berlangsung, terdapat beberapa barang pendukung lainnya seperti pelat nomor kendaraan palsu, senjata tajam berupa badik, buku catatan pengiriman rokok ilegal serta identitas pelaku. 

"Kasus ini merupakan salah satu upaya Bea Cukai dalam melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap potensi penerimaan negara di sektor cukai," ucapnya.

Dari kedua pelaku yang diamankan, satu orang ditetapkan sebagai tersangka yakni berinisial H.

"Saat ini H sudah ditahan di Rutan Polda Jambi," ujar Heri.

Tersangka H dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: