Bayi Kembar Siam Lengket Tak Punya Biaya untuk Dirujuk ke Surabaya

Febriyono Tamenk ยท Senin, 12 Maret 2018 - 18:15 WIB
Bayi Kembar Siam Lengket Tak Punya Biaya untuk Dirujuk ke Surabaya
Orang tua bayi kembar siam membutuhkan biaya hampir Rp30 juta untuk biaya operasi anaknya. (Foto: iNews.id/Febriyono)

KENDARI, iNews.id - Orang tua bayi kembar siam membutuhkan biaya hampir Rp30 juta untuk biaya operasi anaknya. Bayi kembar berkelamin perempuan itu lahir dengan kondisi lengket dari dada hingga ke perut.

Yayasrin (23) dan Silvina (19) warga Jalan Balai Kota 2, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melahirkan bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari. Bayi kembar itu lahir dengan berat lima kilogram dan panjang 37 sentimeter melalui operasi sesar.

Meski kondisi bayi dalam keadaan sehat, namun tubuh keduanya saling menempel dan harus segera menjalani operasi. Bayi kembar itu harus dirujuk ke Rumah Sakit (RS) dokter Sutomo, Surabaya untuk dilakukan operasi pemisahan.

"Kami rujuk ke RS dokter Sutomo. Di sana ada tim khusus kembar siam. " ucap Direktur RSUD Kota Kendari Asridah Mukkadim, Senin (12/3/2018).

Asridah mengatakan, pihak rumah sakit telah melakukan penanganan medis dengan melakukan perawatan insentif terhadap bayi kembar siam tersebut. Namun, untuk melakan operasi pemisahan pihak RSUD Kota Kendari tidak memiliki dokter ahli dan peralatan lengkap.

"Dokter anak mengatakan sudah siap untuk dirujuk tinggal menunggu kesiapan orang tuanya. Kami juga sudah hubungi RS dokter Soetomo. Ada tim kembar siam di sana dan kami sudah berkomunikasi. Pokoknya mereka sudah siap," katanya.

Yayasrin yang sehari-hari bekerja sebagai sopir tembak kesulitan untuk mendapatkan dana untuk biaya transportasi ke Surabaya yang mencapai Rp30 juta. Dana tersebut, kata dia, untuk keperluan medis untuk membawa buah hatinya ke Surbaya. Mengingat, biaya operasi telah ditanggung semuanya melalui BPJS.

"Untuk operasi sudah ditanggung pihak rumah sakit di Surabaya. Namun untuk transportasinya belum. Pihak dokter meminta menyiapkan dana sekitar Rp30 juta karena harus menggunakan tabung oksigen. Belum lagi transitnya dan biaya jasa bidan," kata Yayasrin di RSUD Kota Kendari, Senin (12/3/2018).

Bayi kembar siam tersbeut merupakan anak pertama dari pasangan suami istri tersebut. Namun, cobaan langsung menyelimuti Yayasrin dan istri. Keduanya kini kebingungan mencari dana sebesar itu.


Editor : Achmad Syukron Fadillah