Banten Bebas dari Zona Merah Covid-19, Dinkes: Risiko Penularan Masih Tinggi

Teguh Mahardika · Selasa, 22 Desember 2020 - 16:20:00 WIB
Banten Bebas dari Zona Merah Covid-19, Dinkes: Risiko Penularan Masih Tinggi
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Dok BNPB)

SERANG, iNews.id - Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, mengupdate informasi perkembangan penyebaran virus corona. Hasilnya, delapan kabupaten dan kota masuk zona oranye. Atinya, Banten kini bebas dari zona merah Covid-19.

Dari data itu, ada penurunan klaster penularan Covid-19 di tiga daerah. Di antaranya, Kabupaten Serang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang awalnya zona merah, kini jadi zona oranye. 

Meski demikian, penularan virus corona di masing-masing daerah masih terbilang tinggi. Angka skor zona risiko masih pada angka 1,9 sampai 2,2 dengan tingkat penularan sebesar 5,15 persen. 

"Artinya dengan skor tersebut, masih sangat dekat ke zona risiko penularan tinggi (zona merah : 0-1,8). Mengingat kasus di Banten yang semakin hari bertambah banyak dengan rata-rata penambahan kasus baru sebanyak 190 per hari," kata Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, Selasa (22/12/2020). 

Ati mengatakan, masyarakat wajib melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Mengingat, tingkat hunian rumah sakit untuk ICU sudah mencapai 94 persen dari total tempat tidur ICU sebanyak 145. 

"Tingkat hunian ruang isolasi sudah mencapai 91 persen dari total tempat tidur sebanyak 2.191 dan tingkat hunian rumah singgah isolasi sudah mencapai 90 persen dari 703 tempat tidur," ujarnya. 

Sedangkan, total laboratorium rujukan Covid-19 di Banten sebanyak 30. Dari jumlah itu, hanya ada 11 laboratorium yang gratis. Sementara, 19 laboratorium berbayar. "Di mana kondisi laboratorium tersebut terjadi penumpukan sampel swab yang belum diperiksa," katanya. 

Untuk mencegah terjadinya klaster pasca liburan, Dinkes Banten mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan (4 M). "Semoga masyarakat Banten selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT," katanya. 

Perlu diketahui, kasus harian warga yang terinfeksi virus corona bertambah 275 orang. Secara keseluruhan, kasus positif sebanyak 17.038 orang. Dengan rincian, 2.741 masih dirawat, 13.796 sudah sembuh dan 501 meninggal dunia.

Editor : Kastolani Marzuki