Banjir Tahunan di Kerinci, Pemerintah Diminta segera Normalisasi Sungai Batang Merao
KERINCI, iNews.id - Banjir besar kembali melanda Kabupaten Kerinci, Jambi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (25/11/2025) sore. Sungai Batang Merao meluap dan merendam ratusan rumah warga di tiga kecamatan.
Ketinggian air mencapai satu meter, membuat warga kesulitan menyelamatkan barang-barang mereka. Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana tahunan yang selalu menghantui masyarakat Kerinci.
Bupati Kerinci, Monadi menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Dia mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan bisa terjadi kapan saja. Keselamatan warga dinilai menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana kali ini.
"Jadi banjir tahunan yang terdamapk di Kecamatan Depati Tujuh akibat meluapnya Sungai Batang Merao. Tadi malam saya sudah melihat titik mana yang menjadi luapan sungai itu berdampak ke rumah penduduk," ujar Monadi, Jumat (28/11/2025).
Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas pendidikan, tempat ibadah dan area persawahan. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh.
Anak-anak tidak bisa bersekolah, sementara petani khawatir akan kehilangan hasil panen. Bahkan akses jalan provinsi ikut terendam, membuat arus lalu lintas macet dan tidak bisa dilintasi kendaraan.
Warga menilai banjir yang terus berulang ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mereka berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Batang Merao dan membangun tembok penahan yang lebih tinggi di sepanjang aliran sungai.
Langkah ini dianggap penting untuk mencegah banjir kembali terjadi di masa mendatang.
Meski banjir sudah menjadi bagian dari siklus tahunan di Kerinci, warga tetap berharap ada perubahan nyata. Mereka ingin pemerintah pusat maupun daerah benar-benar menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar penderitaan akibat banjir tidak terus berulang.
Dengan adanya normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur penahan banjir, warga percaya kehidupan mereka akan lebih aman dan terhindar dari ancaman bencana.
"Karena curah hujan yang cukup tinggi selama dua hari ini sehingga meluapnya Sungai Batang Merao," kata Kepala Desa Koto Majidin Mudik, Syaf’tiar.
Editor: Kurnia Illahi