Banjir Lahar Dingin Gunung Ile Lewotolok di Lembata, 14 Tewas, Puluhan Orang Hilang 

Joni Nura · Senin, 05 April 2021 - 14:59:00 WIB
Banjir Lahar Dingin Gunung Ile Lewotolok di Lembata, 14 Tewas, Puluhan Orang Hilang 
Personel TNI saat mengevakuasi korban akibat banjir lahar dingin dari puncak Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT. (Foto: iNews/Joni Nura)

LEMBATA, iNews.id - Banjir lahar dingin yang berasal dari puncak Gunung Ile Lewotolok menerjang permukiman warga di enam desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4/2021). Bencana ini menelan belasan korban jiwa dan puluhan orang hilang diduga tertimbun material longsor.

Data BPBD Kabupaten Lembata, sedikitnya 14 warga ditemukan meninggal dunia, Mereka di antaranya, lima warga Desa Amakaka dan dua orang warga Desa Tanjung Batu. Selain itu, puluhan warga mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit dan Puskesmas setempat.

Dalam video yang diterima iNews, tampak permukiman warga di pinggir kali porak-poranda akibat terjangan banjir lahar dingin tersebut. Sejumlah aparat TNI dan Polri bahu membahu mengevakuasi warga. Mereka digotong dengan tandu kayu ke lokasi aman untuk mendapat perawatan.

Para warga yang diduga tertimbun material banjir bandang ini antara lain berasal dari Desa Waimatan 24 orang, Desa Amakaka 18 orang dan Desa Waowala 2 orang.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebut sejumlah wilayah terdampak paling parah akibat bencana banjir bandang di NTT yakni Pulau Adonara, Lembata, Alor dan Malaka. 

“Sejauh ini daerah yang mendapatkan dampak paling parah yaitu Pulau Adonara, kemudian Lembata, lantas Alor. Kemudian juga di daratan di wilayah Timur yaitu Malaka dan terutama Malaka ya,” kata Doni dalam keterangannya di Bandara Maumere, NTT, Senin (5/4/2021).

Selain itu, Doni mengatakan bencana di NTT akibat badai siklon tropis. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak tanggal 2 April telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem ini.

“Kemarin tanggal 3 sampai 4 dini hari, kita mendapatkan laporan sejumlah daerah terdampak sangat parah. Akibat badai tersebut, hujan lebat dan juga diikuti dengan cuaca ekstrem termasuk gelombang yang sangat tinggi sekali,” kata Doni.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: