Banjir Besar dan Longsor Landa Gorontalo Utara

Antara · Senin, 02 Maret 2020 - 09:58:00 WIB
Banjir Besar dan Longsor Landa Gorontalo Utara
Banjir merendam ratusan permukiman warga di Kabupaten Gorontalo Utara sejak Malam hingga Senin (2/3/2020) pagi. (Foto: Antara)

GORONTALO, iNews.idBanjir besar melanda Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Akibatnya ratusan rumah terendam banjir hingga terjadi longsor sejak Minggu (1/3/2020) malam hingga Senin (2/3/2020) pagi. Selain banjir, longsoran batu juga menutup akses jalan lintas Sulawesi bagian barat di Desa Tolitehuyu, Kecamatan Monano. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo Utara menyatakan, banjir meluas di beberapa kecamatan. Seperti di Desa Monano Atas (Monas), Tudi, Monano dan Pilohulata di Kecamatan Monano. Kemudian Desa Pontolo Kecamatan Kwandang, Desa Motihelumo di Kecamatan Sumalata Timur, Desa Bulontio Timur Kecamatan Sumalata dan Dusun Sapaweya Desa Imana di Kecamatan Atinggola.

Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD setempat Agus Musada mengatakan, tim saat ini membagi personel dan peralatan yang dimiliki untuk turun ke lokasi banjir. Selain itu juga berkoordinasi dengan aparat Babinsa dan pemerintah desa di lokasi terdampak mengingat ketinggian air di beberapa tempat masih cukup tinggi.

Seperti banjir di Desa Monas dan Tudi, Kecamatan Monano, yang terjadi sejak dini hari. Babinsa setempat melaporkan ketinggian air mencapai 1 meter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menutup badan jalan di perlintasan bagian barat tersebut sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

Diperkirakan, sebanyak 105 rumah penduduk desa setempat tergenang banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Tudi akibat hujan deras yang melanda sejak hari Minggu sore.

"Air yang meluap tidak hanya menggenangi rumah warga, namun juga mengenani jalur lintas Sulawesi karena tidak adanya drainase. Banjir ini menimbulkan kemacetan panjang,” ujar Agus di Gorontalo, Senin (2/3/2020).

Hingga saat ini, jalan utama di Desa Tudi dan Monas masih sulit dilewati kendaraan bermotor. Tercatat, 50 unit rumah di Desa Monas dan 55 unit rumah di Tudi tergenang banjir dengan ketinggian saat ini rata-rata di atas 50 cm.

Sementara banjir di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, melanda dua dusun. Yaitu Dusun Sapaweya sebanyak 21 kepala keluarga (KK) terdampak dan Dusun Pantai 1 sebanyak 15 KK.

Tim BPBD sementara bergerak ke lokasi-lokasi banjir, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendata jumlah rumah dan warga terdampak banjir.

“Kami minta pemerintah desa intensif menginformasikan kepada warga daerah aliran sungai agar waspada banjir serta tidak berdiam di dalam rumah saat melihat tanda-tanda air sungai akan meluap. Karena saat ini hujan masih mengguyur hampir seluruh wilayah di Gorontalo Utara,” katanya.

Editor : Donald Karouw