Banjir 1,5 Meter Rendam 16 Desa di Lamandau, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat

Antara ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 19:56 WIB
Banjir 1,5 Meter Rendam 16 Desa di Lamandau, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat
Bupati Lamandau Hendra Lesmana terjun ke lokasi banjir untuk mendistribusikan bantuan sembako kepada para korban musibah banjir di Nanga Belantikan. (Foto: Antara)

NANGA BULIK, iNews.id - Banjir setinggi 1,5 meter merendam 14 desa dan dua kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Sabtu (27/6/2020). Banjir terjadi akibat hujan deras hingga membuat Sungai Lamandau meluap.

Bupati Lamandau, Hendra Lesmana mengatakan, banjir awalnya melanda Desa Nanga Belantikan, Kecamatan Belantikan Raya. Namun, kini meluas hingga menggenangi belasan desa di lima kecamatan. “Kami sudah menetapkan status tanggap darurat banjir,” katanya.

Dia mengatakan, banjir yang merendam belasan desa di lima kecamatan tersebut akibat curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi merata di Kabupaten Lamandau sejak sepekan terakhir.

Pemerintah daerah juga telah menggelar rapat bersama SOPD terkait untuk mengkoordinasikan penanganan dampak banjir tersebut.

"Dalam rapat yang kita gelar diambil beberapa langkah mulai dari penyaluran bantuan sosial, penyiapan penampungan beserta dapur umum, serta penanganan dampak penyakit yang ditimbulkan serta langkah lainnya yang dianggap perlu," kata dia.

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba itu pun tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya banjir, juga terhadap penyakit yang biasanya muncul saat bencana banjir melanda dan setelahnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau Edison Dewel mengatakan, desa yang terdampak air banjir luapan Sungai Lamandau tersebut adalah Kecamatan Bulik terdapat di Kelurahan Nanga Bulik, Bunut, Sei Mentawa dan Kujan.

Kemudian di Kecamatan Belantikan Raya di Desa Nanga Belantikan, Kecamatan Lamandau di Kelurahan Tapin Bini, Penopa, Sekoban, Desa Bakonsu/Sangkarapuyan, Karang Taba dan Sungai Tuat.

Kemudian di Kecamatan Bulik Timur banjir melanda Sungkup, Nuangan, Nanga Palikodan, dan Peringatan, serta di Kecamatan Menthobi Raya banjir terjadi di Lubuk Hiju.

"Dari lima kecamatan dan 14 desa serta dua kelurahan tersebut ada sebanyak 723 Kepala Keluarga (KK) dan 1.069 jiwa yang terdampak bahaya banjir," katanya.

Dewel juga menjelaskan, pemerintah daerah juga akan membangun beberapa posko penanganan banjir yang akan dibangun posko induk di Kantor BPBD, kemudian 1 posko di gedung LKMD Nanga Bulik, serta posko di Desa Nanga Belantikan.

Sementara ini pihaknya juga telah menyalurkan sebanyak 172 paket dan saat ini masih disiapkan untuk penambahan bantuan yang akan didistribusikan ke kawasan terdampak lainnya hingga ke pelosok.

"Sementara yang kita sudah salurkan di Kelurahan Nanga Bulik, Desa Bunut, Sungai Mentawaz dan Nanga Belantikan, dan kita masih usulkan penambahan sesuai data tadi," kata Dewel.


Editor : Kastolani Marzuki