Bakamla Gagalkan Penyelundupan Arang Bakau Rp24 Miliar

Gusti Yennosa ยท Jumat, 27 Desember 2019 - 16:30 WIB
Bakamla Gagalkan Penyelundupan Arang Bakau Rp24 Miliar
Bakamla merilis pengungkapan kasus penyelundupan arang bakau di Batam. (Foto: iNews.id/Gusti Yennosa)

BATAM, iNews.id- Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menggagalkan penyelundupan arang yang terbuat dari kayu pohon bakau di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepri, Jumat (27/12/2019). Arang bakau yang disita itu memiliki nilai ekonomis hingga Rp24 miliar.

Pengungkapan kasus penyelundupan itu bermula dari kecurigaan petugas pelabuhan terhadap tiga kontainer yang hendak dimasukkan ke kapal kargo berbendera Singapura.

“Kecurigaan petugas berawal karena dokumen atau manifest tidak sesuai dengan isi barang yang ada dalam kontainer,” kata Sestama Bakamla Laksamana Muda Suprianto Irawan di lokasi, Jumat (27/12/2019).

Selain ketidaksesuaian isi manifest, kecurigaan lain petugas adalah berat muatan di kontainer yang mencapai 24 ton.

Atas kecurigaan itu, petugas gabungan yang terdiri dari Bakamla yang berada di KN Belut, Bea dan Cukai, serta dari Kementerian terkait melakukan pemeriksaan lebih rinci atas muatan kontainer tersebut.

Hasil pemeriksaan, ternyata tiga kontainer itu memuat arang bakau. Barang tersebut milik sebuah perusahaan yang berlokasi di Barelang, Batam. Menurut rencana, arang tersebut akan dikirim ke China dan Jepang.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Batam sebagai wilayah konservasi pohon bakau. Dengan penetapan tersebut, menebang dan menjadikan pohon bakau sebagai bahan baku pembuatan arang adalah perbuatan melanggar hukum.


Editor : Reza Yunanto