Asrama Putra Papua di Tomohon Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Antara ยท Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:17:00 WIB
Asrama Putra Papua di Tomohon Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Ilustrasi kebakaran. (Foto: Istimewa).

TOMOHON, iNews.id – Asrama putra Papua di Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) terbakar, Minggu (20/10/2019) sekitar jam 10.44 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Api membakar lantai dua asrama putra Kamasan VIII yang terletak di Kelurahan Talate II, Kota Tomohon. Selain luas, bangunan asrama ini juga memanjang ke belakang dan berbatasan dengan perkebunan.

Puluhan personel pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Kebakaran akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 12.30 WITA.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tomohon, Siske Wongkar mengatakan masih menyelidiki penyebab kebakaran.

“Kebakaran ini kemungkinan berasal dari salah satu kamar mahasiswa,” katanya.

Sementara menurut Kapolres Tomohon, Sulawesi Utara, AKBP Raswin Bahtiar Sirait, pihaknya akan meminta bantuan Laboratorium Forensik Makassar ikut menyelidiki kebakaran asrama putra Papua ini.

"Kita meminta bantuan labfor Makassar untuk memeriksa apa yang menjadi sumber kebakaran asrama ini," kata Sirait di Tomohon.

Polres Tomohon masih memeriksa beberapa saksi terkait kebakaran ini. “Saat ini, baru satu saksi yang diperiksa dan akan ditambah lagi dengan lima saksi lainnya,” katanya.

Jajaran kepolisian, Dandim Minahasa Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Slamet Raharjo, Danramil 1302-06/Tomohon Kapten Infanteri Sulistyo, Kaban Kesban Ronny Lumowa serta jajaran lainnya ikut melihat langsung terbakarnya lantai dua asrama tersebut.

Tim yang berasal dari Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) diterjunkan untuk mengidentifikasi kebakaran.

Saat ini, ada sekitar 15 mahasisawa yang tinggal di asrama putra dari sekitar 40-50 mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Biak, Raja Ampat, Wamena, hingga Yahukimo.

Saat kebakaran terjadi, ada enam mahasiswa yang sedang tinggal di Asrama. Sementara selebihnya masih melakukan ibadah di gereja.

Editor : Umaya Khusniah