Asap Kebakaran Lahan di Palangkaraya Mulai Ganggu Kesehatan Masyarakat

Antara ยท Senin, 17 September 2018 - 17:32 WIB
Asap Kebakaran Lahan di Palangkaraya Mulai Ganggu Kesehatan Masyarakat
Warga menggunakan masker penutup hidung saat melintas di jalan yang diselimuti kabut asap. (Foto: Antara/Aswaddy Hamid)

PALANGKARAYA, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran lahan yang menyelimuti Kota Palangkaraya mulai mengganggu kesehatan masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu. Meski belum termasuk kategori parah, namun kabut asap berdampak pada kesehatan warga.

“Sejumlah masyarakat semakin merasakan dampak kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangkaraya, Abram Sidi Winasis, Senin (17/9/2018).

Dia mengungkapkan di antara gangguan kesehatan yang dirasakan masyarakat seperti mata merah dan pedih, tenggorokan terasa kering dan hidung pengar.

Ia menambahkan, jika kondisi tersebut dibiarkan penyakit tersebut bisa lebih parah. Dampak lebih lanjut masyarakat bisa terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Memang kami belum merekapitulasi, namun berdasar pantauan banyak masyarakat yang merasakan dampak kabut asap itu. Termasuk diantaranya saya yang merasakan. Saat menelan tenggorokan agak sakit," ujarnya.

Dia meminta masyarakat terus berupaya menjaga kesehatan. Terlebih lagi anak-anak dan orang lanjut usia yang ketahanan tubuhnya rendah.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak penting. Jika terpaksa maka gunakan masker. Selain itu juga perbanyak minum air putih serta makan buah dan sayur ditambah Vitamin jika perlu," katanya.

Salah satu warga bernama Adi mengaku mulai merasakan dampak kabut asap. Mulai dari mata pedih hingga hidung pengar dan tenggorokan terasa meradang dan kemarin malam bahkan kepala terasa pusing.

"Namun yang lebih saya khawatirkan ialah kondisi anak saya. Anak-anak saya masih umur dua setengah tahun sehingga belum bisa dan belum mau memakai masker. Alternatifnya kami kurangi aktivitas di luar rumah dan memberi banyak minum air putih," katanya.

Dia menambahkan, beberapa hari lalu kabut asap terasa pada sore hingga pagi hari. Namun untuk hari ini, aroma kabut asap tercium sepanjang hari.

Bapak dua anak ini pun berharap kebakaran lahan yang marak terjadi dapat dipadamkan sehingga Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya segera menghilang.


Editor : Muhammad Saiful Hadi