Angka Kemiskinan di Sulut Terendah di Sulawesi

Antara ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 11:51 WIB
Angka Kemiskinan di Sulut Terendah di Sulawesi
Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id – Angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi yang terendah dibandingkan enam provinsi lain di Pulau Sulawesi pada September 2019, yakni sebesar 7,51 persen. Angka ini turun 15 poin dari 7,77 persen pada Maret 2019 menjadi 7,51 persen pada September 2019.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut tersebut, angka kemiskinan terendah kedua diraih Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar 8,56 persen. Kemudian, disusul oleh Sulawesi Barat (Sulbar) sebesar 10,95 persen, Sulawesi Tenggara (Sultra) 11,04 persen, Sulawesi Tengah (Sulteng) 13,18 persen.

“Sementara angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Gorontalo, yakni sebesar 15,31 persen,” kata Kepala BPS Sulut Ateng Hartono di Manado, Kamis (16/1/2020).

BACA JUGA: Standar Kemiskinan: Pengeluaran Sebulan Rp1,99 Juta per Keluarga

Ateng Hartono menjelaskan, pada September 2019, jumlah penduduk miskin Sulut sebesar 188,6 ribu atau berkurang 3,1 ribu dari jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 yang tercatat 191,7 ribu orang.

Selama kurun itu, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun 0,06 poin menjadi 4,95 persen. Kemudian, di daerah perdesaan turun 0,26 poin menjadi 10,30 persen.

Menurut data BPS, selama periode Maret-September 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun 0,6 ribu dari 65,49 ribu menjadi 64,90 ribu orang. Sementara di daerah perdesaan, jumlah penduduk miskin turun 2,5 ribu dari 126,20 ribu menjadi 123,70 ribu orang.

 

BACA JUGA: Selain Beras, Rokok Masih Menjadi Penyumbang Utama Kemiskinan

 

Data BPS juga menunjukkan, peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas nonmakanan. Pada September 2019, sumbangannya sebesar 76,50. Angka ini tidak jauh berubah dibandingkan kondisi Maret 2019 sebesar 77,09 persen.

Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan yakni beras, rokok kretek filter, tongkol/tuna/cakalang, kue basah, dan cabai rawit.

Sementara komoditas nonmakanan yang memengaruhi nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan meliputi perumahan, listrik, angkutan, dan bensin.


Editor : Maria Christina