Angin Puting Beliung Terjang Malaka NTT, Puluhan Rumah Rusak Berat

Joni Nura, Antara ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 16:24 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Malaka NTT, Puluhan Rumah Rusak Berat
Tumah warga rusak akibat diterjang puting beliung di Kabupaten Malaka, NTT. (Foto: Antara)

KUPANG, iNews.id – Sebanyak 48 rumah di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, Senin (10/2/2020) sore. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian akibat bencana itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala BPBD Kabupaten Malaka Gabriel Seran mengatakan, angin puting beliung itu menghantam dua desa, yakni Desa Railor Tahak, dan Desa Fahiluka. "Kami sudah data semua kerusakan yang diakibatkan oleh bencana puting beliung di Malaka, dan jumlah rumah yang rusak mencapai 48 unit," katanya, Selasa (11/2/2020).

Dari 48 rumah yang rusak itu, dia menyebutkan 21 rumah mengalami kerusakan berat dan 14 unit lainnya rusak ringan terdapat di Desa Railor Tahak.

"Sementara sisanya di Desa Fahiluka yang mana 11 unit rumah terdata rusak berat dan dua unit rumah didata mengalami kerusakan ringan," ujar dia.

Selain rumah mengantam puluhan rumah, salah satu gedung sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan itu lebih pada terangkatnya atap rumah dan gedung.

Satgas BPBD Kabupaten Malaka, kata dia, sudah mendistribusikan terpal, tikar dan bantuan makanan kepada korban bencana alam angin puting beliung itu.

Kemudian juga tenda juga sudah dibangun di lokasi bencana agar masyarakat bisa untuk sementara waktu tdiru dan beristirahat di dalam tenda yang dibangun.

Selain itu juga saat kejadian angin puting beliung disertai hujan dan petir, dua sapi milik warga setempat juga mati akibat tersambar petir.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang menyatakan bahwa angin puting beliung yang menerjang belasan rumah penduduk di dua desa di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (10/2/2020) dipicu fenomena skala global maupun lokal meteorologi.

"Berdasarkan hasil analisa, kejadian di Malaka disebabkan oleh pengaruh skala global maupun juga skala lokal meteorologi, dimana nilai suhu muka laut (SST) sekitar Pulau Timor berkisar 30 - 32 derajat Celcius," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi.


Editor : Kastolani Marzuki