Analisis BMKG soal Gempa Bumi M5,3 yang Guncang Wilayah Darat Bengkulu

Nani Suherni ยท Jumat, 28 Februari 2020 - 23:17 WIB
Analisis BMKG soal Gempa Bumi M5,3 yang Guncang Wilayah Darat Bengkulu
Ilustrasi genpa bumi. (Foto: Istim

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan gempa bumi tektonik Magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah darat Provinsi Bengkulu pada Jumat (28/2/2020), pukul 21.02 WIB menjadi M5,2. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,30 Lintang Selatan (LS) dan 102,83 Bujur Timur (BT). Gempa tepatnya berlokasi di darat, pada jarak 19 kilometer (km) arah Barat Laut Bengkulu Selatan, pada kedalaman 122 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

‘Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Rahmat Triyono, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (28/2/2020).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kepahiyang IV MMI. Artinya, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Di luar, dirasakan oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela, pintu berderik dan dinding berbunyi. Sementara di Liwa dirasakan dalam skala itensitas II-III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Kemudian di Curup dirasakan dalam skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Hingga Jumat, 28 Februari 2020 pukul 21.40 WIB, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” katanya.

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” katanya.

BMKG juga meminta masyarakat memastikan mendapatkan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.


Editor : Maria Christina