Anak Pembunuh Ibu Kandung di Pulang Pisau Minta Maaf

Sindonews.com ยท Minggu, 26 Januari 2020 - 07:03 WIB
Anak Pembunuh Ibu Kandung di Pulang Pisau Minta Maaf
Agus Iping, pembunuh ibu kandung di Pulang Pisau, Kalteng meminta maaf atas perbuatannya. (Foto: Sindonews.com)

PULANG PISAU, iNews.id - Agus Iping (25), anak yang tega membunuh ibu kandungnya di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah meminta maaf atas perbuatannya. Dia menyesal telah membunuh ibunya hanya karena persoalan sepele.

Perbuatan keji Agus, diakui karena dia merasa kesal telepon seluler (ponsel) miliknya hilang di rumah. Dia meminta ibunya mencari ponsel yang hilang itu.

Amarahnya memuncak karena ibunya tak juga menemukan ponsel miliknya, hingga akhirnya dia membunuh ibunya dengan timbangan gantung yang terbuat dari tembaga. Dia mengakui perbuatan kejinya itu dilakukan dalam pengaruh narkoba.

"Saya meminta maaf, karena saya tidak sadar akibat pengaruh narkoba. Kalau aku ada salah aku minta maaf," ujar Agus ketika dihadirkan dalam rilis perkara di Mapolres Pulang Pisau, Sabtu (25/1/2020).

Dia mengaku, pengaruh narkoba membuatnya lupa ingatan dan tak bisa mengontrol emosi hingga tega membunuh ibu kandungnya. "Saya khilaf waktu melakukan pemukulan. Saya dibawah pengaruh obat terlarang, dan emosi saya tidak terkontrol," katanya lagi.

Kasus anak bunuh ibu kandung ini ditangani Polres Pulang Pisau. Polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni, Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau Pasal 338 atau Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 187.

Sebelumnya, seorang pemuda mengamuk dan membakar rumah serta membunuh ibu kandung. Peristiwa mengerikan ini terjadi di RT 03 Kanamit Muara, Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (23/1/2020) malam.

Setelah menghabisi nyawa ibu kandung, Iping menuju ke dapur dan mengambil tabung gas elpiji 3 kilogram (kg). Kemudian terlihat api berkobar dan membakar rumah mereka serta merembet ke bangunan rumah ketua RT yang lokasinya bersebelahan.


Editor : Reza Yunanto