Anak 5 Tahun Dianiaya Ayah Tiri di Lampung, Disundut Rokok dan Kaki Direndam Air Panas

Andres Afandi ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 14:29 WIB
Anak 5 Tahun Dianiaya Ayah Tiri di Lampung, Disundut Rokok dan Kaki Direndam Air Panas
Pelaku yang menganiaya anak tiri digiring petugas Polsek Kedaton Bandarlampung, Rabu (5/2/2020). (Foto: iNews/Andres Afandi)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Seorang bocah lima tahun di Kecamatan Kedaton, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, menjadi korban penganiayaan ayah tirinya. Aksi penganiayaan ini sudah berlangsung selama dua tahun, sejak korban berusia tiga tahun.

Korban berinisial I, kerap dianiaya tidak saja menggunakan tangan kosong. Ayah tiri bejat itu bahkan tega merendam kaki korban menggunakan air yang sangat panas hingga kaki bocah malang itu melepuh.

Kasus kekerasan anak ini kini ditangani aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kedaton Bandarlampung. Pelaku bernama Wawan Setiawan alias Agus Hasan, ditangkap polisi setelah warga yang kesal dengan ulah pelaku melaporkan penganiayaan itu ke Mapolsek setempat.

Kapolsek Kedaton Kompol M Daud mengatakan, penganiayaan itu pertama kali dilaporkan oleh tetangga korban. Saksi dibantu aparat setempat melihat kedua kaki korban melepuh akibat direndam air panas oleh pelaku.

“Pelaku sudah kami amankan atas kasus dugaan penganiayaan atau kekerasan anak di bawah umur. Pelaku adalah bapak tiri dari korban. Mereka tinggal satu rumah,” kata Kompol M Daud di Bandarlampung, Rabu (5/2/2020).

Peristiwa ini bukan pertama kali dilakukan pelaku terhadap anak tirinya I. Korban sudah sering dianiaya sejak usianya tiga tahun. Ironisnya, ibu kandung anak malang itu, Asneni, tidak berbuat apa-apa melihat buah hatinya dianiaya. Warga yang mengetahui kejadian itu juga tidak berani melapor karena takut dengan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pengakuan pelaku serta korban, pelaku sudah berulang kali memukul kepala korban dengan besi pompa ban sehingga kepala korban luka. Dia juga menyundut api rokok ke bibir korban dan menusuk perut korban menggunakan besi gancu atau alat yang digunakan mencari rongsokan.

“Aksi terakhir pelaku dengan memasukkan kedua kaki korban ke dalam air panas hingga melepuh,” kata Kompol M Daud.

Daud mengatakan, polisi telah mengamankan sejumlah alat bukti dari kediaman pelaku. Saat ini, pelaku ditahan di Mapolsek Kedaton Bandarlampung. “Pelaku diancam dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ujarnya.

Sementara pelaku Wawan Setiawan mengakui kerap menganiaya anak tirinya. Selain dengan tangan kosong, pelaku kerap menganiaya korban menggunakan sejumlah benda keras seperti besi, pompa ban, palu, dan besi. Alat itu kerap digunakan untuk memukul kepala korban saat melampiaskan kemarahannya.

“Saya sering mukulin, juga membanting dia,” ujar Wawan Setiawan alias Agus Hasan.

Pelaku mengakui khilaf melakukan tindakan kekerasan kepada anak tirinya. Dia spontan melakukannnya karena menilai korban nakal.


Editor : Maria Christina