Amankan 27 Bom Aktif, TNI AL Tangkap 10 Pelaku Pengeboman Ikan di Lamutatu

Joni Nura ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 01:07 WIB
Amankan 27 Bom Aktif, TNI AL Tangkap 10 Pelaku Pengeboman Ikan di Lamutatu
Lanal Maumere menunjukkan barang bukti 27 bom ikan aktif dan 10 tersangka pengebom ikan. (Foto: iNews/Joni Nura)

MAUMERE, iNews.id – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere menangkap 10 pelaku terduga pengebom ikan di 10 pelaku pengeboman ikan di Lamatutu, Tanjung Bunga, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (13/2/2020). Dari penangkapan tersebut, petugas TNI AL mengamankan 27 botol berisi bahan peledak siap pakai.

Penangkapan para pelaku pengeboman ikan itu tidak berjalan mulus. Para pelaku melawan petugas dengan menggunakan parang. Petugas pun terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk melumpuhkan para pelaku.

“Saat diamankan, anggota kami menemukan sebanyak 27 bom aktif yang siap di ledakan di laut dan sejumblah detonator, serta pupuk yang merakit bom tersebut,” kata Komandan Lanal Maumere, Kolonel Marinir Totok Nurcahyanto.

Dia menjelaskan, awal penangkapan bermula adanya informasi dari masyarakat yang disampaikan ke Posmat Flores Timur. Dari informasi itu, petugas Lanal bergerak menuju sasaran dan melakukan penyekatan dari berbagai sektor.

“Upaya tersebut membuahkan hasil, saat diamankan perahu dan ke-10 pelaku sedang buang jangkar di perairan itu. Kita amankan dan digiring sampai ke Pelabuhan TPI Flores Timur. Tapi, saat aparat menankap para pelaku di atas kapal, mereka coba melawan mengunakan parang milik nelayan. Sehingga aparat terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan sebayak dua kali ke udara,” katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

“Para pelaku, dapat diancam dengan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp2 miliar. Saat ini, Lanal Maumere sedang berkoordinasi dengan Diskum Lantamal VIII Kupang, Dinas Kelautan dan Perikanan Sikka, serta kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki