Akibat Corona, Bayi Kembar Siam di Lombok Timur Tak Kunjung Dioperasi

Ramli Nurawang ยท Jumat, 12 Juni 2020 - 17:51 WIB
Akibat Corona, Bayi Kembar Siam di Lombok Timur Tak Kunjung Dioperasi
Bayi kembar siam Inaya dan Anaya asal Lombok Timur tak kunjung dioperasi akibat wabah corona. (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id – Wabah virus corona (Covid-19) mengakibatkan bayi kembar siam di Desa Jurit Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tak kunjung dioperasi. Bayi kembar bernama Inaya dan Anaya yang lahir 8 Mei 2019 lalu itu, hingga kini masih menunggu kepastian kapan akan menjalani operasi pemisahan.

Ibu bayi kembar siam, Husniati mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami kedua buah hatinya itu. “Sekarang usia anak saya sudah 13 bulan. Sampai sekarang masih nunggu kapan anak saya bisa menjalani operasi pemisahan,” katanya, Jumat (12/6/2020).

Selain wabah virus corona, operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut juga terbentur masalah dana.

Menurut Husniati, kedua buah hatinya itu sempat akan menjalani operasi di RSUD Soedjono Selong, namun tertunda beberapa kali karena kendala biaya ditambah pandemi corona.

Bayi kembar siam Inaya dan Anaya asal Lombok Timur tak kunjung dioperasi akibat wabah corona. (Foto: iNews/Ramli Nurawang)
Bayi kembar siam Inaya dan Anaya asal Lombok Timur tak kunjung dioperasi akibat wabah corona. (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

Husniati yang hanya ibu rumah tangga pun hanya berharap ada dermawan yang bersedia membantu biaya operasi pemisahan kedua anaknya itu.

“Kalau operasi jelas biayanya besar, sedangkan kami tidak mampu. Suami saya hanya tukang bangunan,” ucapnya.

Direktur RSUD dokter Raden Soedjono Selong, M Tantowi Jauhari mengatakan, belum ada kepastian apakah bayi tersebut dioperasi di Lombok Timur atau di Surabaya karena masih terkendala pandemi corona.

“Kami juga masih berupaya menghimpun biaya operasi yang diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp1,5 miliar,” ucapnya.

Inaya dan Anaya lahir 8 Mei 2019 lalu dengan berat 3,7 kilogram. Keduanya lahir kembar siam dengan dua jantung dan satu hati. Ibu bayi kembar itu hanya sebagai ibu rumah tangga sedangkan ayahnya tukang bangunan.


Editor : Kastolani Marzuki