94 Pengungsi Rohingya Dievakuasi ke Daratan setelah Terdampar di Aceh Utara

Antara ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 02:09 WIB
94 Pengungsi Rohingya Dievakuasi ke Daratan setelah Terdampar di Aceh Utara
Pengungsi Rohingya akhirnya dievakuasi ke daratan setelah terdampar di lautan kawasan Aceh Utara. (Foto: Antara)

BANDA ACEH, iNews.id - Puluhan warga etnis Rohingya yang telah lama bertahan di kapal motor nelayan Aceh di kawasan Pantai Lancuk Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara akhirnya dievakuasi ke daratan pantai, Kamis (25/6/2020). Para pengungsi Rohingya itu kini sementara ditempaatkan di kompleks kantor Imigrasi.

Asisten II Pemerintah Aceh Utara, Risawan Bentara mengatakan, setelah proses evakuasi pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak Imigrasi mengenai tempat penampungan para pengungsi di kawasan Peunteut Kota Lhokseumawe.

Mereka dievakuasi puluhan warga Lancuk, mengingat otoritas setempat begitu lama mengambil kebijakan terkait tindak lanjut terhadap 94 pengungsi Rohingya yang telah bertahan di laut sejak Rabu (24/6/2020) sore.

"Alhamdulillah hari ini sudah ada keputusan mereka (Rohingya) kita tampung, nanti di tempat imigrasi. Mudah-mudahan Kepala Imigrasi mengizinkan tempat itu," kata Risawan.

Dia menjelaskan, para pengungsi tersebut lebih baik dibawa ke Peunteut, ketimbang ditempatkan mengungsi dalam tenda yang didirikan kawasan Pantai Lancuk.

Menurut dia, tempat penampungan milik Imigrasi di Penteut tersebut hanya tinggal dibersihkan serta dipasang lampu penerang, dan sudah langsung dapat digunakan.

"Kalau ini bisa ditangani segera, karena tinggal dibersihkan, pasang lampu dan selesai. Bisa kita evakuasi lebih aman dari pada kita buat tenda di sini nanti kita khawatir berbaur dengan masyarakat di sini," katanya.

Risawan mengatakan, etnis Rohingya merupakan pengungsi internasional, sehingga pihaknya harus berkoordinasi dengan berbagai pihak dulu sebelum memutuskan evakuasi ke daratan.

Kendati demikian, sejak kemarin pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke Rohingya saat bertahan di atas kapal motor nelayan Aceh yang berjarak sekitar satu mil dari Pantai Lancuk.

"Ini pengungsi internasional yang notabenenya ini bukan kewenangan pemerintah daerah. Kami harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk UNHCR," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki