87.000 Warga Palu Masih Tinggal di Tenda Pengungsian

Antara ยท Senin, 05 November 2018 - 21:04 WIB
87.000 Warga Palu Masih Tinggal di Tenda Pengungsian
Lokasi pengungsian korban bencana alam gempa dan likuifaksi di Kamp Terpadu Kelurahan Balaroa, Palu, Sulteng. (Foto: Antara)

PALU, iNews.id – Sebulan lebih telah berlalu usai bencana gempa, likuifaksi dan tsunami menerjang Kota Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, masih ada sedikitnya 87.000 warga yang bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian.

Kepala BPBD Kota Palu Presly Tampubolon mengatakan, mereka umumnya mengungsi di titik pengungsian yang ada di tiap kelurahan maupun kecamatan terdampak bencana. Jumlahnya terus menurun. Pada pekan-pekan awal pascabencana yang meluluhlantahkan kota berpenduduk hampir 400.000 jiwa pada 28 September 2018 itu, pengungsi mencapai 98.000-an orang.

"Jumlah ini sudah mengalami penurunan dibanding minggu-minggu awal pascabencana," kata Presly di Palu, Senin (5/11/2018).

Dia memastikan, jumlah pengungsi semakin berkurang seiring membaiknya kondisi Kota Palu. Baik dari aspek sosial, ekonomi maupun keamanan. Masyarakat berangsur-angsur kembali ke rumah mereka yang masih bisa dihuni.

"Kami akan memberikan semacam edaran bagi warga yang masih memiliki rumah dan hanya mengalami rusak ringan, namun masih mengungsi, agar dapat kembali ke rumahnya," ujarnya.

Dia menyebutkan, saat ini intensitas pengungsi yang melaporkan kekurangan kebutuhan pokok juga semakin berkurang. Berbeda pada pekan ketiga pascabencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mendapat banyak laporan pengungsi yang belum menerima bantuan ataupun kekurangan kebutuhan pokok hingga ke tingkat RT.

"Tidak banyak lagi yang melapor. Jika masih ada yang melapor kami akan langsung turun ke titik pengungsian yang dilaporkan agar bantuan disalurkan benar-benar tepat sasaran dan merata," ucapnya.


Editor : Donald Karouw