8 Anggota Polri Dipecat Polda Banten karena Tinggalkan Tugas 30 Hari Kerja

Antara ยท Senin, 10 Februari 2020 - 13:06 WIB
8 Anggota Polri Dipecat Polda Banten karena Tinggalkan Tugas 30 Hari Kerja
Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso memimpin upacara pemberhentian dengan tidak hormat delapan orang anggota Polri di lapangan Mapolda Banten di Serang, Senin (10/2/2020). (Foto: Antara)

SERANG, iNews.id – Delapan oknum anggota Polri dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat. Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) digelar di lapangan Mapolda Banten, di Serang, Senin (10/2/2020).

Pemberhentian mereka berdasarkan Keputusan Kapolda Banten Nomor : KEP/ 536 / II / 2020 tanggal 7 Februari 2020 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Polri.

Kedelapan oknum anggota Polri yang diberhentikan dengan tidak hormat yakni, Brigadir KKF yang merupakan oknum anggota Polres Cilegon, Bripda BA dan Bharatu JH Satbrimobda Banten, Brigadir MYH dan Bripda MIA Polres Lebak, Brigadir SF Polres Pandeglang, Brigadir SP Polres Serang Kota, dan Briptu RMP Polres Serang. Namun, tak satu pun dari delapan oknum anggota Polri yang diberhentikan dengan tidak hormat hadir dalam upacara tersebut.  

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso mengatakan, anggota yang diberhentikan tersebut melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a), yakni meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut, PPRI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan atau Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 21 ayat 3 huruf (e), Sanksi administratif berupa rekomendasi PTDH dikarenakan pelanggar KKEP meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja secara berturut-turut.

“Proses PTDH tersebut sudah melalui proses yang panjang yaitu dengan pelaksanaan Sidang Disiplin dengan Komisi Kode Etik Polri,” kata Irjen Pol Agung Sabar Santoso dalam amanatnya.

Kapolda Banten mengatakan, peristiwa ini benar-benar sangat memprihatinkan institusi Polri. Hal ini tidak perlu terjadi seandainya yang bersangkutan menyadari dan memahami hakikat insan bhayangkara, yaitu insan warga negara teladan yang berdarma bhakti kepada negara dan masyarakat, untuk menjamin ketentraman masyarakat dengan penuh rasa tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.

Menurutnya, penyelenggaraan upacara PTDH tersebut untuk mengingatkan seluruh personel Polda Banten agar selalu mawas diri. Dia berharap agar anggota lainnya tidak meniru perbuatan anggota yang dipecat yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.

”Peristiwa ini merupakan koreksi untuk seluruh personel Polda Banten agar lebih mawas diri dan berhati-hati agar tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan yang bisa merugikan institusi Polri dan keluarga,” kata Irjen Pol Agung Sabar Santoso.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan, delapan personel Polda Banten dilakukan PTDH karena yang bersangkutan terlibat pelanggaran desersi yang meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya selama 30 hari secara berturut-turut.

Dia juga berharap Upacara PTDH ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh anggota Polri agar dapat menghindari segala bentuk pelanggaran. Kemudian, meningkatkan kedisiplinan, sikap, penampilan, semangat dan dedikasi sebagai pelindung, pengayom, dan pembimbing masyarakat.

“Selain itu, tetap berpedoman pada ajaran agama dan nilai-nilai Tribrata serta menjadi insan Polri yang profesional dan modern,” kata Edy.


Editor : Maria Christina