get app
inews
Aa Text
Read Next : Giat Ibadah Ramadan, Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru Gelar Tausiah untuk Karyawan

6 Tradisi Baik di Bulan Safar yang Perlu Diketahui

Senin, 30 September 2019 - 20:43:00 WIB
6 Tradisi Baik di Bulan Safar yang Perlu Diketahui
Bulan Safar salah satu bulan baik dalam Islam. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Bulan ini kerap dianggap bulan sial oleh sebagian orang, padahal itu merupakan sisa-sisa keyakinan Arab Jahiliah.

Setelah Islam datang, Rasulullah SAW mulai perlahan mengubah tradisi dan anggapan bangsa Arab di Bulan Safar.

Pada masa Jahiliah, Safar disebut sebagai bulan kekosongan karena semua masyarakat Arab pada masa itu bepergian. 

Dalam Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar (hal 9), Habib Abu Bakar al-‘Adni seperti dikutip islam.nu.or.id, Rasulullah melakukan tradisi-tradisi yang baik di bulan ini guna menggugurkan anggapan negatif orang-orang pada masa Jahiliah.

Berikut 6 tradisi baik di Bulan Safar:

1. Pernikahan Rasulullah dengan Khadijah 

“Dimulai dengan pernikahan beliau dengan Sayyidah Khadijah al-Kubra di hari-hari bulan Safar, dan pernikahan itu berlangsung sebelum datang wahyu dari Allah (sebelum masa kenabian).”

“Rasulullah menikahkan az-Zahra (Siti Fatimah) di bulan Safar dengan senang…”

3. Hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah juga terjadi di bulan Safar

“Hijrahnya Rasulullah pada akhir bulan Safar di goa al-Hajar sebagaimana para ulama sebutkan.”

4. Perang pertama dalam Islam, yaitu perang Abwa

“Perang Abwa di bulan Safar yang terjadi di permulaan.”

5. Penaklukan Khaibar pada tahun ke-7 Hijriah terjadi di bulan Safar

Sebagian ulama berpendapat penaklukan Khaibar terjadi pada bulan Safar. Saat itu, pasukan Muslimin yang jumlahnya tidak sebanding dengan musuhnya mendapat kemenangan gemilang atas bantuan tentara yang tak terduga dari langit.

Khaibar merupakan wilayah yang subur dan ditumbuhi pohon kurma dengan buahnya yang sangat manis. 

6. Rasulullah mengutus Usamah bin Zaid kepada pimpinan prajurit Rum tahun 11 Hijriah.

Menurut para ulama, peristiwa itu terjadi beberapa hari sebelum wafatnya Rasulullah.

Rasulullah mengangkat Usamah bin Zaid yang muda remaja menjadi panglima seluruh pasukan yang akan diberangkatkan.

Ketika itu usia Usamah belum melebihi dua puluh tahun. Beliau memerintahkan Usamah supaya berhenti di Balqa’ dan Qal’atut Daarum dekat Gazzah, termasuk wilayah kekuasaan Rum.

Sebagai umat Islam kita perlu mengetahui peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi supaya kita dapat mengambil pelajaran dari orang-orang terbaik. 

Wallahu a’lam

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut