4 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, 1 Orang Tewas, 2 Selamat

Antara ยท Senin, 20 Januari 2020 - 16:50 WIB
4 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, 1 Orang Tewas, 2 Selamat
Tim SAR mengevakuasi jasad WN Kolombia Lucas Barrales di Pantai Legian, Bali, Senin (6/1/2020). (Foto: Antara)

LEBAK, iNews.id - Empat wisatawan dari Jakarta terseret ombak di pesisir Pantai Ciantir, perairan Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (20/1/2020). Akibat kejadian itu, satu orang tewas, satu hilang dan du lainnya selamat.

Korban tewas diketahui bernama Fikri Haikal (28), sedangkan Dahlan Budiansyah (28) masih dalam pencarian petugas. Dua rekan lainnya, Widi Syaputra (18) dan Aip (28) selamat dari kejadian itu.

Kapolsek Bayah AKP Tatang Warsita mengtakan, kecelakaan laut itu terjadi, Minggu (19/1/2020), saat empat wisatawan dari Jakarta itu berenang di perairan Sawarna. Namun, tiba-tiba wisatawan tersebut terseret ombak besar.

Mereka sempat mendapat pertolongan dari petugas penjaga pantai, namun ombak cukup besar hingga korban terseret ke tengah laut. "Kami sempat melakukan pertolongan, namun korban cepat hilang terseret ombak," katanya.

BACA JUGA: Terseret Ombak di Pantai Lebak, 3 Wisatawan Meninggal Dunia 

Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma mengatakan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten telah mengeluarkan informasi peringatan dini atas gelombang tinggi berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten dan Samudra Hindia selatan Banten.

Peluang ketinggian gelombang Selat Sunda bagian selatan meliputi Pantai Binuangeun, Panggarangan, Sukamaju, Bagedur, Cihara, Bayah, Pulau Manuk, Sawarna hingga Tanjung Panto antara 2,50 meter hingga 4,0 meter dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam.

BACA JUGA: 7 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Sawarna, 1 Orang Hilang

Karena itu, pengunjung atau wisatawan diimbau tidak berenang di sekitar pantai selatan, karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan laut.

"Kami berharap semua wisatawan dapat mematuhi peringatan maupun imbauan ini karena khawatir mereka tersapu gelombang tinggi," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki