4 Santri Terseret Ombak di Pantai Karang Bolong Serang, 1 Tewas dan 1 Hilang

Antara ยท Jumat, 30 Agustus 2019 - 16:40 WIB
4 Santri Terseret Ombak di Pantai Karang Bolong Serang, 1 Tewas dan 1 Hilang
Ilustrasi terseret ombak. (Foto: Okezone)

SERANG, iNews.id – Empat orang santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Arrosydah Tangerang, terseret ombak di Pantai Karang Bolong, Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Kamis (29/8/2019). Tiga korban berhasil dievakuasi, dua dalam kondisi selamat sedangkan satu meninggal. Sementara seorang santri lagi masih dalam pencarian.

“Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ada tiga orang santri lainnya yang sudah berhasil dievakuasi. Dua orang di antaranya dalam kondisi selamat sedangkan satu meninggal,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi di Serang, Jumat (20/8/2019).

Edy mengatakan, korban yang selamat bernama Roki. Korban dirujuk dari Puskesmas Cinangka ke RSKM Cilegon. Korban lainnya, Mustain Bilah dirawat di Puskesmas Cinangka.

Sementara seorang korban lainnya bernama Arif Turtusi, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ditpolair dan tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serang yang melakukan pencarian pada Kamis (29/8/2019) sekitar pukul 15.30 WIB menemukan korban di pantai lokasi belakang Hotel Pesona Krakatau Cinangka yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian awal.

“Sementara korban Wildan Pratama sampai saat ini masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian,” kata Edy.

Dia mengatakan, para korban tersebut rombongan santri berjumlah 121 orang dan empat guru atau ustaz. Mereka datang dengan menggunakan dua bus dengan tujuan Museum Banten serta tempat ziarah Banten Lama Serang untuk berwisata religi.

Setelah dari musium dan tempat ziarah Banten Lama, rombongan kemudian rombongan berangkat rekreasi ke Pantai Karang Bolong Cinangka. Mereka sampai di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Sekitar 50 anak santri kemudian berenang di Pantai Karang Bolong, Serang, hingga empat orang di antaranya terseret ombak.


Editor : Maria Christina