3 Pekerja Tewas di Palka Kapal Tongkang, Diduga Keracunan Gas Beracun
MUARO JAMBI, iNews.id - Tiga pekerja kapal tongkang tewas diduga akibat menghirup gas beracun di dalam palka kapal KM TS Daya Niaso yang sedang bersandar di aliran Sungai Batanghari, Desa Niaso, Kabupaten Muaro Jambi. Ketiga korban bernama Zulkarnain (42), Popo (32) dan Rudiansyah (42) yang merupakan pekerja kapal asal Pontianak.
Tim SAR gabungan mengevakuasi para korban menggunakan peralatan lengkap. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus masuk ke dalam palka kapal dengan kondisi minim oksigen dan diduga terdapat gas beracun.
Petugas mengangkat korban satu per satu dari dalam palka kapal tongkang sebelum membawa jenazah ke tepi Sungai Batanghari untuk selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, Adah Sudarsa mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi saat ketiga korban hendak melakukan perbaikan lambung kapal. Namun, tidak lama kemudian korban mendadak lemas dan tidak merespons saat dipanggil oleh rekan mereka dari luar palka kapal.
Mengetahui tidak ada jawaban dari dalam palka, rekan korban yang panik langsung menghubungi Kantor SAR Jambi untuk meminta bantuan evakuasi.
Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. Namun, ketiga pekerja ditemukan telah meninggal dunia di dalam palka kapal.
Adah menjelaskan, proses evakuasi berlangsung penuh risiko karena kondisi di dalam palka minim oksigen dan diduga mengandung gas beracun sehingga petugas harus bekerja ekstra hati-hati.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Jambi untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Semua korban kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Adah.
Saat ini, kasus tewasnya tiga pekerja kapal tongkang tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.
Editor: Kurnia Illahi