21 Pengungsi asal Afganistan dan Myanmar Dipindahkan ke Amerika Serikat
PEKANBARU, iNews.id - Sebanyak 21 pengungsi asal Afganistan dan Myanmar di Pekanbaru, Riau dipindahkan ke Negara Amerika Serikat. Pada dasarnya pengungsi (refugee) hanya singgah sementara di negara transit.
Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Jahari Sitepu mengatakan status refugee tidak memberi hak otomatis akan mendapatkan negara penerima (resettlement). Dia menjelaskan resettlement sangat terbatas dan pemberian negara ketiga biasanya menunggu waktu tunggu yang lama.
"Setelah menunggu dengan rata-rata waktu 8 sampai 9 tahun, 21 pengungsi di Pekanbaru akan menjalani resettlement ke Amerika Serikat," ucap Jahari Selasa (29/3/2022).
"Proses resettlement dimulai dari interview resettlement dengan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees).Selanjutnya profil refugee akan disubmit ke negara ketiga, lalu interview oleh negara ketiga, dan jika dterima akan dilakukan medical check, dilanjutkankan dengan diberangkatkan ke negara ketiga," katanya lagi.
Dia menjelaskan Indonesia merupakan salah satu negara yang sering menjadi negara transit pencari suaka dan pengungsi luar negeri (LN). Pada dasarnya pengungsi (refugee) hanya singgah sementara di negara transit hingga dilakukannya penempatan kembali ke negara penerima.
Pemindahan pengungsi yang dilakukan hari ini rinciannya dua keluarga dari Tempat Penampungan Rumah Tasqya Pekanbaru, satu keluarga dari Wisma Orchid Pekanbaru, satu orang pengungsi dari Siak Resort Pekanbaru dan dua orang pengungsi Single dari Wisma D’Cops Pekanbaru ke Tempat Penampungan di bawah pengawasan Rumah Detensi Imigrasi Jakarta.
"Agar pemindahan berjalan dengan lancar, maka dilakukan pengawasan melekat oleh petugas dari Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru dengan memerintahkan empat petugas pengawalan dari Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru dan dua dan petugas dari Rumah Detensi Imigrasi Jakarta," tutur Jahari.
Pengungsi tersebut diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menggunakan Pesawat Udara Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA175 pukul 10.00 WIB menuju Jakarta.
Rinciannya 21 WNA ini yakni, 7 orang pengungsi dari Myanmar dan 14 orang Afghanistan. Totalnya hingga saat ini jumlah Deteni dan pengungsi yang berada di bawah Pengawasan Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru adalah sebanyak 893 pengungsi, dengan rincian 882 pengungi difasilitasi oleh IOM (International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi), Immigratoir sebanyak 10 orang yang difasilitasi oleh Rudenim Pekanbaru, pengungsi mandiri sebanyak satu orang.
Editor: Nani Suherni