2 Siswa SMP Diamankan Polisi karena Lempari Mapolda Riau dengan Petasan

Antara ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 08:03 WIB
2 Siswa SMP Diamankan Polisi karena Lempari Mapolda Riau dengan Petasan
Ilustrasi razia polisi. (Foto: Okezone)

PEKANBARU, iNews.id – Polisi mengamankan dua pelajar SMP di Kota Pekanbaru, Riau, setelah mereka melempari Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, dengan petasan. Aksi tersebut terjadi pada Kamis (9/5/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Riau AKBP Fadly Munzir Ismail mengatakan, kedua bocah laki-laki itu berinisial IV dan WH. Saat ini keduanya masih ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

“Tadi kami ada mengamankan dua orang pelajar SMP. Mereka melempari Mapolda dengan mercon,” kata Fadly di Pekanbaru, Jumat (10/5/2019).

Fadly mengatakan, hingga kini penyebab aksi tidak terpuji kedua anak remaja itu belum diketahui. Namun, Fadly menduga aksi itu buntut dari upaya Polda Riau yang merazia kendaraan bermotor secara masif pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.

Dalam razia itu, tim gabungan Polda Riau mengangkut ratusan kendaraan bermotor yang didominasi roda dua. Umumnya kendaraan bermotor itu terlibat kegiatan tidak positif dan cenderung membahayakan, seperti balap liar dan lainnya.

“Kemungkinan mereka tidak senang atau tidak terima dengan kegiatan yang kami lakukan,” ujarnya.

Dia menuturkan kedua anak itu diamankan oleh anggotanya yang kebetulan melintas, sesaat setelah mereka melempari Mapolda Riau dengan petasan. “Tindakan kedua anak itu sangat memprihatinkan,” katanya.

Sementara itu, razia yang melibatkan Ditlantas Polda Riau bersama dengan Satuan Brigade Mobil Polda Riau mengamankan ratusan kendaraan bermotor di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Kendaraan yang terjaring razia kebanyakan dikendarai remaja dengan cara ugal-ugalan hingga balapan liar. Motor tersebut langsung ditilang dan baru akan dilepas setelah Lebaran agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

Menurut Fadly, kegiatan razia itu menyusul meningkatnya aksi kriminalitas melibatkan remaja. Puncaknya terjadi aksi pengeroyokan hingga berujung kematian seorang remaja sesama anggota geng motor.

“Beberapa hari belakangan angka kriminal yang dilakukan oleh pelajar meningkat. Seperti kemarin, terjadi pengeroyokan oleh remaja di bawah umur yang diduga anggota geng motor,” ujarnya.


Editor : Maria Christina